8.1.14

Aktifitas Gunung Api Sinabung (27 Des 2013 – 3 Jan 2014)


letusan sinabungGunung Api Sinabung yang berada di Sumatra Utara yang awalnya merupakan Gunung Api tipe B karena belum pernah tercatat aktifitasnya sejak  tahun 1600. Sejarah letusan Gunung Api Sinabung tahun 2010 lalu menjadikan Gunung Api tipe B ini berubah menjadi Gunung Api tipe A. Setelah letusan 2010, gunung api Sinabung menunjukkan peningkatan aktifitas sampai dengan sekarang status gunung api Sinabung menjadi Awas. Pada Akhir tahun sejak 7 Desember 2013 – 3 Januari 2014, aktifitasnya terus meningkat dan beberapa desa harus diungsikan ke tempat yang lebih aman. Aktifitas Gunung Api Sinabung sejak 27 Desember 2013 – 3 Januari 2014 dilaporkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi. Berikut ini laporan aktitifitas Gunung Api Sinabung (7 Des 2013 – 3 Jan 2014)

Visual Gunung Api Sinabung

Pemantauan secara visual yang dilakukan dari Pos PGA Sinabung yang terletak di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat yang berjarak sekitar 8,5 km dari puncak Sinabung. Hasil pemantauan secara visual sejak 27 Desember 2013 adalah sebagai berikut :
  • Tanggal 27 Desember 2013; Cuaca cerah-berawan hingga mendung, angin tenang-perlahan ke arah Barat, suhu udara 16-240C, gunung jelas-berkabut, asap putih tebal, tinggi lk. 100-400 m. Kubah lava teramati dari Pos PGA G. Sinabung.
  • Tanggal 28 Desember 2013; Cuaca berawan-mendung hingga hujan dengan intensitas gerimis-deras, angin tenang-perlahan ke arah Barat dan Timur, suhu udara 17-240C, gunung jelas-berkabut, asap putih tebal tinggi lk. 200-400 m.
  • Tanggal 29 Desember 2013; Cuaca mendung-hujan, angin tenang-perlahan ke arah Timur, suhu udara 17-190C, gunung jelas-berkabut, asap putih tebal, tinggi lk. 300 m. Teramati dengan kamera thermal guguran ke arah Tenggara puncak G. Sinabung dengan jarak luncur mencapai 1 km. Teramati aliran lahar di alur guguran arah Tenggara puncak Sinabung melalui alur sungai dekat Desa Bekerah. Suara gemuruh terdengar dari Pos PGA Sinabung.
  • Tanggal 30 Desember 2013; Cuaca cerah-mendung hingga hujan dengan intensitas gerimis-deras, angin tenang-perlahan ke arah Timur, suhu udara 16-210C, gunung jelas-berkabut, asap putih tebal kecoklatan, tinggi lk. 500-4000 m. Teramati luncuran awan panas ke arah Tenggara puncak Sinabung sejauh 500 – 1500 meter. Teramati 8 kali letusan eksplosif dengan kolom asap lk 800-7000 meter. Teramati 3 kali guguran lava pijar sejauh 1000-1500 meter.
  • Tanggal 31 Desember 2013; Cuaca cerah-mendung, angin tenang-perlahan ke arah Timur, suhu udara 17-270C, gunung jelas-berkabut, asap putih tebal-abu-abu, tinggi lk. 150-3500 m. Teramati 14 kali luncuran awan panas ke arah Tenggara sejauh 500 – 3000 meter.
  • Tanggal 1 Januari 2014; Cuaca cerah-mendung, angin tenang-perlahan ke arah Baratdaya dan Timur, suhu udara 17-270C, gunung jelas-berkabut, asap putih tebal-abu-abu, tinggi lk. 500-3000 m. Teramati 21 kali luncuran awan panas ke arah Tenggara sejauh 500 – 3000 meter.
  • Tanggal 2 Januari 2014; Cuaca cerah-hujan sedang, angin tenang-perlahan ke arah Timur, suhu udara 17-260C, gunung jelas-berkabut, asap putih tebal-abu-abu, tinggi lk. 500-2500 m. Teramati 14 kali luncuran awan panas ke arah Tenggara sejauh 700 – 3500 meter.
  • Tanggal 3 Januari 2014 (hingga pukul 12:00 WIB); Cuaca mendung, angin tenang-perlahan ke arah Barat, suhu udara 160C, gunung jelas-berkabut. Teramati menggunakan Thermalcam tinggi asap lk. 1000-2000 m, luncuran awan panas 700-4000 meter ke arah Tenggara, dan guguran lava pijar sejauh 500-2000 meter ke arah Tenggara.

Gempa Vulkanik Gunung Api Sinabung

Hasil rekaman gempa vulkanik sejak tanggal 27 Desember 2013 adalah sebagai berikut :
  • Tanggal 27 Desember 2013; 24 kali Gempa Guguran, 55 kali Gempa Low Frequency (LF), 724 kali Gempa Hybrid, 56 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 3 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ), dan getaran Tremor menerus, amplituda maksimum 0,5-3 mm.
  • Tanggal 28 Desember 2013; 27 kali Gempa Guguran, 62 kali Gempa Low Frequency (LF), 638 kali Gempa Hybrid, 32 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 (satu) kali getaran banjir lahar selama 46 menit, dan getaran Tremor menerus, amplituda maksimum 0,5-3 mm.
  • Tanggal 29 Desember 2013; 46 kali Gempa Guguran, 29 kali Gempa Low Frequency (LF), 595 kali Gempa Hybrid, 18 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 (satu) kali Gempa Tektonik Jauh (TJ), 2 kali getaran banjir lahar selama 165-180 menit, dan getaran Tremor menerus, amplituda maksimum 0,5-3 mm.
  • Tanggal 30 Desember 2013; 8 kali Gempa Letusan, 151 kali Gempa Guguran, 15 kali Gempa Low Frequency (LF), 465 kali Gempa Hybrid, 16 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), dan getaran Tremor menerus, amplituda maksimum 0,5-5 mm.
  • Tanggal 31 Desember 2013; 49 kali Gempa Letusan, 88 kali Gempa Guguran, 43 kali Gempa Low Frequency (LF), 404 kali Gempa Hybrid, 55 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 (satu) kali Gempa Tektonik Jauh (TJ), dan getaran Tremor menerus, amplituda maksimum 0,5-5 mm.
  • Tanggal 1 Januari 2014; 36 kali Gempa Letusan, 153 kali Gempa Guguran, 28 kali Gempa Low Frequency (LF), 451 kali Gempa Hybrid, 38 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 2 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ), dan getaran Tremor menerus, amplituda maksimum 0,5-3 mm.
  • Tanggal 2 Januari 2014; 18 kali Gempa Letusan, 222 kali Gempa guguran, 19 kali Gempa Low Frequency (LF), 263 kali Gempa Hybrid, 21 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 (satu) kali Gempa Tektonik Lokal (TL), 4 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ), dan getaran Tremor menerus, amplituda maksimum 0,5-3 mm.
  • Tanggal 3 Januari 2014 (hingga pukul 12:00 WIB); 17 kali Gempa Letusan, 81 kali Gempa Guguran, 6 kali Gempa Low Frequency (LF), 229 kali Gempa Hybrid, 6 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), dan getaran Tremor menerus, amplituda maksimum 0,5-9 mm.
Selama periode 27 Desember 2013 – 3 Januari 2014 (Lampiran 1) gempa Tremor menerus masih terekam dengan amplituda bervariasi 0,5–9 mm. Rekaman kegempaan menunjukkan dominasi Gempa Hybrid yang berkaitan dengan pertumbuhan kubah lava, dalam 8 hari terakhir total terekam 3769 kali atau rata-rata harian 471 kali. Gempa Low-Frequency (LF), yang diinterpretasikan adanya penambahan tekanan di area dangkal di bawah Kawah G. Sinabung menurun, terekam 257 kali Gempa Low-Frequency atau 32 kejadian/hari. Gempa Vulkanik Dalam (VA), yang mengindikasikan adanya peningkatan tekanan akibat intrusi magma, berangsur-angsur meningkat dengan total terekam 242 kejadian atau rata-rata 30 kejadian/hari. Gempa Guguran, yang berkaitan dengan ketidakstabilan kubah lava, meningkat drastis sejak tanggal 30 Desember dengan total 792 kali atau sekitar 99 kejadian/hari.
 RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) menunjukkan energi yang meningkat sejak tanggal 28 November hingga 16 Desember 2013, kemudian energinya relatif menurun. Pada 16 Desember 2013 merupakan puncak nilai RSAM, yang dimanifestasikan oleh terjadinya erupsi efusif atau munculnya kubah lava di Kawah G. Sinabung (Lampiran 2). Walaupun RSAM menurun sejak 16 Desember, RSAM masih cukup tinggi selama periode 2013 – 3 Januari 2014 berasosiasi dengan pertumbuhan dan penghancuran kubah lava. Puncak-puncak RSAM pada periode 30 Desember 2013 – 3 Januari 2014 terkait dengan erupsi yang terjadi.

Deformasi Gunung Api Sinabung

Pengamatan deformasi dilakukan dengan metoda tiltmeter dan Electronic Distance Measurement (EDM).

A. TILTMETER

Lokasi pengamatan deformasi dengan tiltmeter dilakukan di dua lokasi, yaitu : stasion Sukanalu (elevasi 1468 m, lereng timur gunung), stasion Lau Kawar (elevasi 1468 m, lereng utara gunung).
Stasion Sukanalu
Hasil pengamatan deformasi dengan tiltmeter kontinyu di stasiun Sukanalu pada sumbu X dan Y dalam periode 1 Desember 2013 – 2 Januari 2014 menunjukkan beberapa kali deformasi inflasi dan deflasi. Pada periode 30 Desember 2013 hingga 2 Januari 2014 komponen X secara umum mengalami deflasi lk 30 mikroradian, sedangkan komponen sumbu Y (pada periode yang sama) secara umum inflasi lk 60 mikroradian (Lampiran 3). Deflasi pada komponen sumbu Y beberapa hari sebelum 30 Desember 2013 dan diikuti inflasi hingga 2 Januari 2014 berkaitan dengan pengosongan sebagian volume magma akibat keluarnya aliran awan panas dan guguran, serta proses pengisian kembali yang diimplikasikan oleh masih munculnya gempa-gempa hybrid.
Stasion Lau Kawar
 Hasil pengamatan deformasi dengan tiltmeter kontinyu di stasiun Lau Kawar (dipasang tanggal 17 November) dalam periode 17 November – 31 Desember 2013 memperlihatkan komponen sumbu X (tangensial) maupun sumbu Y (radial) secara umum deflasi (Lampiran 4) dan sejak tanggal 24 November hingga saat ini komponen sumbu X cenderung berfluktuasi, sedangkan komponen sumbu Y terus menerus deflasi sejak tanggal 21 November menunjukkan penurunan nilai Y yang mengindikasikan adanya supply magma dari tempat yang dalam menuju tempat yang lebih dangkal. Stasion tilt Lau Kawar tidak beroperasi sejak 1 Januari 2014, disebabkan hilangnya daya akibat sel surya tertutup abu letusan.

 B. EDM (Electronic Distance Measurement)

Pengamatan deformasi dengan EDM (Electronic Distance Measurement) dilakukan dari Desa Sukanalu (SNB 1) terhadap dua reflektor, yaitu SNB 2 (elevasi 1436 m), SNB 3 (elevasi 1626 m) yang ada di lereng Timur G. Sinabung dan dari Lau Kawar (SNB 8) terhadap satu reflektor yang ada di dekat rekahan baru lereng utara G.Sinabung (SNB 9, elevasi 2097 m), dan satu reflektor baru SNB 7 (elevasi 1627) di daerah Sigarang (Lampiran 5).
Hasil pengukuran EDM dengan baseline SNB1 ke SNB3 dan SNB1 ke SNB2 pada periode tanggal 16-27 Desember 2013 menunjukkan pemendekan jarak yang mengindikasikan adanya inflasi kecil. Pada periode yang sama hasil pengukuran EDM dengan baseline SNB8 ke SNB9 menunjukkan jarak yang stabil. Sedangkan hasil pengukuran EDM dengan baseline SNB6 ke SNB7 menunjukkan jarak kearah kestabilan dari sejak pemasangan stasion beberapa hari sebelumnya.
Sejak letusan mulai terjadi pada 30 Desember 2013, pengukuran EDM tidak dapat dilakukan lagi karena lokasi pengukuran merupakan area terancam bahaya letusan.

C. GPS Kontinyu

Pengukuran GPS kontinyu dilakukan dengan memasang tiga stasion GPS di tubuh gunungapi, SKNL; GRKI; LKWR, dan satu stasion di Pos Sinabung (SNB). Pengamatan GPS (Lampiran 6) selama periode tanggal 13 Desember 2013 – 1 Januari 2014 menunjukkan terjadi pergeseran relatif ke arah timur-tenggara pada titik LKWR sebesar 0.84 cm (dx = -0.84 cm, dy = 0.06 cm). Titik GRKI mengalami pergeseran sebesar 0.48 cm (dx =-0.15 cm, dy = -0.46 cm) ke arah barat-baratlaut. Titik SKNL mengalami pergeseran sebesar 0.72 cm (dx = 0.55 cm, dy = -0.46 cm) ke arah baratlaut. Tanda minus untuk komponen x adalah ke arah barat, dan untuk komponen y ke arah selatan. Pergeseran vertikal untuk ketiga titik menunjukkan nilai negatif (deflasi) dengan nilai pergeseran -1.13 cm (LKWR), -0.46 (SKNL) dan -1.32 (GRKI).
Kondisi deflasi berkaitan dengan pembebanan oleh tubuh kubah lava dan pengosongan sebagian volume magma dalam bentuk guguran dan aliran awan panas.

 Suhu Airpanas, fluks Gas SO2 dan Analisis Kimia Abu Letusan

Hasil pengukuran fluks SO2 menggunakan Mini DOAS (Lampiran 7) menunjukkan nilai fluks SO2 menurun setelah pengukuran tanggal 4 Desember yang mencapai nilai tertinggi selama masa krisis (1328 ton/hari). Nilai fluks periode 21-27 Desember dalam kisaran 177-634 ton/hari. Pengukuran pada tanggal lainnya tidak dapat dilakukan karena cuaca kabut.
Pengukuran suhu mata airpanas secara kontinyu pada awal Oktober 2013 sampai 31 Desember 2013 di daerah Payung (kaki gunung ke arah Selatan dari puncak G. Sinabung) yang berkisar pada 53,8-54,1 oC tidak menunjukkan banyak perubahan (Lampiran 7).
Nilai CO2 dan H2S tidak menunjukkan kecenderungan yang meningkat hingga 31 Desember 2013.
Pengukuran fluks SO2 dan suhu airpanas tidak dilakukan lagi sejak terjadinya letusan eksplosif yang diikuti aliran awan panas tanggal 31 Desember 2013, hal ini dikarenakan karena lokasi pengukuran merupakan area terancam bahaya letusan.
Semoga laporan aktifitas Gunung Api Sinabung Pertanggal 7 Desember 2013 sampai 3 Januari 2014 bermanfaat bagi kita semua.

Source : IBN
Editor : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo

Kumpulan soal latihan untuk Kuis Fisika



KUMPULAN SOAL KUIS   
No.1.
Dua  buah vektor A= 50N  membentuk sudut 120 derajat  thd sb X dan vektor B= 80N membentuk sudut 45 derajat thd sb X
Berapakah besar dan arah Resultan vektornya..? gunakan cara analitis

A.     104,8 N                           B.  10.48 N
C.    1048   N                           D.  140.8 N
2. Sebuah perahu menyeberangi sungai yang lebarnya 180 meter dan kecepatan arus airnya 4 m/s. ila perahu di arahkan menyilang tegak lurus sungai dengan kecepatan 3 m/s, maka setelah sampai diseberang perahu telah menempuh lintasan sejauh …. Meter
A. 100
B. 240
C. 300
D. 320
E. 360
3. Vektor F1 = 20 N berimpit sumbu x positif, Vektor F2 = 20 N bersudut 120O terhadap F1  dan F3 = 24 N bersudut 240 derajat terhadap F1.
Resultan ketiga gaya pada pernyataan di atas adalah :
A. 4 N searah F3
B. 4 N berlawan arah dengan F3
C. 10 N searah F3
D. 16 N searah F3
E. 16 N berlawanan arah dengan F3
4.Dua buah gaya bernilai 4 N dan 6 N. Resultan gaya tersebut tidak mungkin bernilai ….. N
A. 1
B. 2
C. 4
D. 6
E. 10
5. Dua buah vector V1 dan V2 masing-masing besarnya 20 satuan dan 15 satuan. Kedua vector tersebut membentuk sudut 120o. Resultan kedua gaya tersebut mendekati ……
A. 18
B. 30
C. 35
D.38
E. 48
6. Jika sebuah vector dari 12 diuraikan menjadi dua buah vector yang saling tegak lurus dan yang sebuah dari padanya membentuk sudut 30o dengan vector itu, maka besar masing-masing adalah :
A. 3 N dan 3V3 N
B. 3 N dan 3V2 N
C. 6 N dan 3V2 N
D. 6 N dan 6V2 N
E. 6 N dan 6V3 N


 
SOAL GLBB


1.     Sebuah Bus yang berjalan dengan laju 90 km/jam menabrak pohon. Bagian depan mobil tersebut penyok dan pengendaranya berhenti setelah terlempar sejauh 2 m. Berapa percepatan rata-rata si pengendara selama tabrakan ?(level 4)
2.      Seorang pengendara motor yang sedang mabuk ngebut dengan laju 120 km/jam melewati seorang polisi yang sedang duduk di atas motornya yang berhenti di pinggir jalan. Polisi tersebut langsung mengejar dengan percepatan konstan 5 km/jam /s (perhatikan satuan). Jika sepeda motor yang dikendarai pengendara mabuk bergerak dengan laju tetap, berapa lama waktu yang dibutuhkan polisi untuk mencapai pengendara mabuk tersebut ? (level 4)
3.      Seorang pelari berharap dapat menyelesaikan lari 10.000 meter dalam waktu kurang dari 30 menit. Setelah tepat 26 menit berlari, masih tersisa 1000 m. berapa sekon si pelari harus mempercepat larinya sebesar 0,20 m/s2 agar ia bisa mencapai waktu yang diharapkan ? (level 4)
4.      Seekor kucing sedang berjalan dengan laju 0,2 m/s. Karena melihat kucing, seekor tikus lari terbirit-birit dengan laju tetap 0,4 m/s. Jika kucing langsung mengejar tikus dengan percepatan tetap sebesar 0,2 m/s2, berapa lama waktu yang dibutuhkan kucing untuk menangkap tikus ? jika tikus ingin menyelamatkan dirinya dari bahaya maut, berapakah laju minimum yang dibutuhkan agar bisa tiba dengan aman di lubang persembunyian yang berjarak 3 meter ? (level 4)
5.      Misalnya dirimu sedang mengendarai mobil di jalan lurus dengan laju 60 km/jam. Pada jarak 100 meter di depan anda terdapat seorang anak SD yang sedang menyebrang jalan. Jika anda memberi perlambatan tetap sebesar 10 m/s2, apakah anak tersebut tertabrak ? jika dirimu tidak ingin masuk bui, berapakah percepatan minimum yang dibutuhkan agar mobil anda berhenti tepat di depan anak tersebut ? (level 4)
6.     Sebuah mobil mulai bergerak dari keadaan diam dengan percepatan tetap 2 m/s2. Setelah mobil bergerak selama 20 sekon, mesin mobil dimatikan. Jika mobil berhenti 20 detik kemudian, berapakah jarak yang masih ditempuh mobil sejak mesinnya dimatikan hingga mobil tersebut berhenti ? (level 4)
7.     . Seekor kuda jantan sedang kasmaran ketika melihat kuda betina pada jarak 60 meter. Kuda jantan langsung berlari menuju kuda betina dengan percepatan tetap 4 m/s2 sambil meringkik kegirangan. Setelah kuda jantan menempuh jarak 40 meter, kuda betina berlari ke arah kuda jantan dengan laju tetap 2 m/s. Pada jarak berapa keduanya bertemu ? (level 4)

SOAL  GERAK PARABOLA

1.. Sebuah meriam dimiringkan pada sudut 30o. Meriam tersebut menembakan sebuah peluru dengan kecepatan 200 m/s. Berapakah ketinggian yang dapat dicapai peluru ? berapa lama peluru berada di udara ? hitung juga jarak horisontal yang dapat dicapai peluru ! (level 3)

2. sebuah batu dilempar dalam arah horisontal dengan kecepatan awal 10 m/s dari sebuah puncak bukit setinggi 50 meter. Berapa lama waktu yang diperlukan batu untuk mencapai tanah ? berapakah kecepatan batu ketika menyentuh permukaan tanah?hitung juga jarak horisontal yang dapat dicapai batu dihitung dari kaki bukit.(level 3)
3. Sebuah bola sepak ditendang dengan sudut elevasi 30o dengan kecepatan 10 m/s. Hitung besar dan arah bola setelah 2 detik ! (level 3)

4.sebuah kelereng dijatuhkan dari sebuah meja dengan kecepatan awal 10 m/s. Jika tinggi meja 2 meter, berapa lama waktu yang dibutuhkan kelereng untuk mencapai lantai ? berapa jarak horisontal yang dapat dicapai kelereng tersebut, dihitung dari tepi meja ? (level 3)

5. Sebuah bola dilemparkan ke bawah dari atap bangunan dengan sudut 60oterhadap horisontal. Jika kecepatan awal bola 20 m/s dan bola mencapai tanah setelah 20 detik, hitung kecepatan bola ketika mencapai permukaan tanah !(level 3)

6. Sebuah bola dilempar horisontal dari atap bangunan yang tingginya 60 m dan mendarat 40 meter dari dasar bangunan. Berapa laju awal bola tersebut ?(level 3)

7. Ronaldinho menendang bola dari permukaan lapangan dengan laju 40 m/s dan sudut 45o terhadap arah horisontal. Berapa lama bola tersebut mengenai tanah kembali ? (level 3)

8. Tentukan seberapa jauh lebih tinggi orang dapat melompat di bulan dibandingkan dengan di bumi jika laju dan sudut lompatan sama. Percepatan gravitasi di bulan sama dengan seperenam gravitasi di bumi. (level 3)

9. Pilot sebuah pesawat yang terbang dengan laju 160 km/jam akan menjatuhkan bantuan makanan untuk koban gempa yang berada 160 m di bawahnya. Berapa detik sebelum pesawat tersebut persis berada di atas korban gempa bumi, makanan tersebut harus dijatuhkan ? (level 3)

10. Pada saat servis, seorang pemain tenis berusaha agar bola terpukul horisontal. berapa laju minimum yang dibutuhkan agar bola bisa melewati net setinggi 1 meter dan berjarak sekitar 15 meter dari pemain, jika bola dipukul dari ketinggian 2,50 meter ? (level 3)

11. Sebuah pipa air yang bocor menyemprotkan air pada sudut 30o dengan kecepatan 15 m/s. Air mengenai sebuah benda sejauh 5 meter pada ketinggiah P. Berapakah tinggi P ? (level 3)

12. Buktikan bahwa sebuah benda mencapai jarak horisontal maksimum jika diberi kecepatan awal pada sudut 45o terhadap horisontal. (level 3)

13. Tunjukan bahwa sebuah peluru akan mencapai ketinggian maksimum 3 kali lebih tinggi apabila peluru ditembakkan dengan sudut 60o dibandingkan jika peluru ditembakkan dengan sudut 30o (jarak horisontal sama) (level 3)
14. Sebuah bola basket dilemparkan ke keranjang dengan sudut 30o terhadap horisontal. Jika tinggi keranjang 10 meter dan jarak antara pelempar dan tiang keranjang 5 meter, berapakah kecepatan awal bola basket ? (level 3)

15. Sebuah benda dilemparkan dengan sudut elevasi 60o dengan kecepatan awal 20 m/s. Hitunglah koordinat benda setelah 2 detik dan ketinggian maksimum yang dicapai benda ! Hitung juga kapan dan di mana benda mencapai tanah kembali ! (level 3)

16. dari sebuah helikopter yang naik ke atas vertikal dengan kecepatan 10 m/s ditembakkan sebuah peluru pada arah mendatar dengan kecepatan 100 m/s. Peluru tersebut ditembakan ketika helikopter berada pada ketinggian 50 meter di atas tanah. Kapan, di mana dan kecepatan berapa peluru mencapai titik tertinggi dan mencapai tanah ! (level 3)

17. seorang pemain basket melempar bola ke keranjang dengan kecepatan awal 100 m/s pada jarak 20 meter dari tiang keranjang. Jika ketinggian keranjang 10 meter, berapakah sudut lemparannya agar bola mengenai keranjang ? (level 3)

18. sebuah pesawat pembom terbang ke atas dengan kecepatan 40 m/s dan membentuk sudut 30o dengan bidang horisontal. pada ketinggian 600 meter, sebuah bom dilepaskan. Di mana bom tersebut jatuh ? (level 3)

SOAL GERAK MELINGKAR
1.     Baling-baling sebuah helikopter memiliki diameter 4 m melakukan 1000 putaran dalam 30 detik. Berapakah jarak yang telah ditempuh oleh sebuah titik pada tepi baling-baling tersebut ? (level 3)
2.     Roda sebuah mobil memiliki jari-jari 30 cm. Jika sebuah titik pada tepi roda telah menempuh 600 meter, berapa jumlah putaran yang telah ditempuh roda tersebut ? (level 3)
3.     Sebuah roda berputar dengan kecepatan 210 rpm. Hitung kecepatan linear suatu titik yang terletak pada 10 cm dari pusat roda ! (level 3)
4.     Sebuah roda yang berdiameter 100 cm berputar dengan kecepatan sudut 900 rpm. Berapakah kelajuan tangensial pada sebuah titik di tepi roda tersebut ? (level 3)
5.     Sebuah katrol memiliki diameter 10 cm. Kecepatan sudutnya berubah dari 10 putaran/detik menjadi 30 putaran/detik selama 10 detik. Berapakah percepatan sudutnya ? (level 3)
6.     Sebuah roda berjari-jari 20 cm berputar pada porosnya. Dari keadaan diam, kecepatan sudutnya berubah menjadi 100 rpm selama 10 detik. Berapa percepatan sudut roda tersebut ? hitung juga percepatan tangensial pada tepi roda ! (level 3)
7.      Sebuah kipas angin berputar dengan kecepatan 500 rpm. Hitung kecepatan sudut dalam satuan rad/s ! Jika panjang baling-baling kipas angin 40 cm, berapa kecepatan linear pada tepi baling-baling ? (level 3)
Continue lendo

Kisah Kedermawanan Rasulullah SAW



Rasulullah SAW merupakan pribadi yang sangat dermawan. Bahkan, dapat dikatakan, apa yang dia pegang tidak pernah bertahan lama dalam genggaman tangannya.
 
Tetapi, kedermawanan itu ternyata disebabkan kecenderungan Rasulullah yang sangat tidak menyukai kemewahan. Terkait dengan hal ini, Bukhari meriwayatkan dalam sanadnya yang mencontohkan kecenderungan Rasulullah yang tidak menyukai kemewahan.
 
Dalam sanad tersebut disebutkan Rasulullah pernah diberikan banyak harta dari Bahrain. Jumlah harta itu sangat melimpah.
 
Tetapi, Rasulullah malah memberikan jawaban, “Sebarkanlah olehmu harta itu!” Usai memerintahkan agar harta itu dibagi, Rasulullah menuju masjid untuk melakukan shalat.
 
Usai shalat, Rasulullah menjumpai harta tersebut masih belum juga dibagi. Rasulullah lantas duduk dan memperhatikan apakah ada yang lewat di hadapannya.
 
Selama Rasulullah berada di dekat harta itu, setiap orang yang lewat dipanggil. Rasulullah kemudian memberikan harta-harta itu kepada mereka yang melintas.
 
Akhirnya, Rasulullah kemudian berdiri dari tempat duduknya. Harta itu pun habis dibagikan dan hanya tersisa satu dirham saja.

Source : JJ
Editor : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo

Pembangkit listrik baru di Filipina

Pembangkit listrik baru di Filipina menggunakan teknologi circulating fluidised bed

Alstom telah menandatangani kontrak memberikan peralatan untuk 135 MW Concepcion Circulating Fluidised Bed (CFB) pembangkit listrik, yang akan dibangun di Filipina. Pembangkit listrik CFB akan dibangun untuk Palm Concepcion Power Corp

Kontrak ini bernilai lebih dari € 15 million dan direncanakan akan selesai pada akhir 2015. Alstom akan memberikan salah satu turbin uap135 MW, dengan generator set dan para pendukungnya, termasuk kondensor berpendingin air untuk pembangkit listrik tenaga batubara.

Pabrik akan dibangun oleh Konsorsium NLSC. Konsorsium tersebut meliputi First Northeast Electric Power Engineering Corporation of China Energy Group (NEPC), Liaoning Electric Power Survey & Design Institutedan Shenyang Electric Power Design Institute.

CFB combustion

Dalam laporan terbaru dari IEA Clean Coal Centre, Dr Qian Zhu mencatat bahwa CFB combustion, sebagai alternatif untuk pembakaran bubuk batubara (pulverised coal combustion atau PCC) untuk pembangkit listrik, yang menawarkan beberapa keuntungan. CFB combustion boiler yang fleksibel, yang memungkinkan berbagai jumlah bahan bakar dan ukuran untuk dibakar.

Emisi SOx dan NOx juga berkurang secara signifikan, tanpa penambahan sistem kontrol gas buang emisi yang mahal.

Meskipun suhu pembakaran boiler CFB rendah, peredaran partikel panas menyediakan transfer panas yang efisien pada dinding tungku dan memungkinkan waktu tetap lebih lama untuk pembakaran dan reaksi desulfurisation. Hal ini menghasilkan efisiensi pembakaran yang baik, sebanding dengan PCC boiler.

Pembangkit listrik di Filipina

Pembangkit listrik akan menghasilkan tenaga untuk Grid Visayas, dalam menanggapi tuntutan energi  seiring pertumbuhan di Filipina. Visayas Grid saat ini memiliki kapasitas 1.700 MW, yang mewakili 12% dari kebutuhan listrik negara itu.

Wakil presiden senior Alstom untuk penjualan dan pemasaran, Wouter Van Wersch, mengatakan perusahaan itu meminta untuk memasok turbin uap untuk proyek tersebut, mencatat bahwa "kontrak memperkuat posisi [Alstom] di Filipina."

Diadaptasi dari siaran pers oleh Samuel Dodson.

Source : Learnm
Editor : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo

Terungkap Penyebab Munculnya Cahaya Misterius Saat Gempa

Selama bertahun-tahun, banyak orang yang menjadi saksi cahaya misterius di langit yang muncul sebelum dan ketika gempa Bumi terjadi. Kini, terungkap sudah penyebab munculnya cahaya misterius tersebut.



Selama ini, kemunculan cahaya berbentuk bola api di langit sebelum terjadi gempa Bumi selalu menjadi misteri besar bagi para ilmuwan. Akhirnya, tim ilmuwan dari NASA Ames Research Center dan San Jose State University serius mencari jawabannya.



Earthquake Lights

Cahaya gempa di Mexico



Untuk menelusuri asal-muasal cahaya misterius itu, para ilmuwan meneliti 65 penampakannya selama 400 tahun terakhir. Lalu, ditemukan jawaban bahwa cahaya misterius itu berasal dari dalam kerak Bumi, melansir Science Recorder.



Para ilmuwan mengidentifikasi adanya arus listrik yang mengalir ke luar dari beberapa jalur patahan gempa Bumi. Kemudian, masing-masing listrik dari sisi patahan itu saling tarik-menarik dan menciptakan bola api di langit.



Untuk diketahui, rata-rata gempa Bumi terjadi pada zona subduksi, tempat tabrakannya lempeng samudera dan lempeng benua. Tapi, kemunculan listrik itu bukan dari zona subduksi, melainkan dari jalur patahan yang ada di lempeng benua.



"Di jalur patahan lempeng benua sangat rawan terjadi gesekan ekstrem, karena akan membentuk palung yang sangat curam. Gesekan ekstrem itu membentuk listrik yang mengalir sampai permukaan Bumi dan menciptakan kilatan cahaya setelah terionisasi di udara,"
jelas Friedemann Freund peneliti dari NASA Ames Research Center.




Foto amatir cahaya misterius berbentuk bola yang muncul sebelum terjadi gempa bumi

di langit kota L'Aquila, Itali





Sebelumnya, para ilmuwan tidak yakin adanya cahaya misterius yang muncul sebelum terjadi gempa Bumi, dan belum ada laporan ilmiah yang menjelaskan tentang itu.



Tapi, pandangan itu berubah ketika pada tahun 2007 lalu sebuah kamera berhasil merekam kemunculan dua bola cahaya di langit kota L'Aquila, Itali, dan di kota Pisco, Peru, sesaat sebelum terjadi gempa.



Kejadian itu yang kemudian langsung menginspirasi tim ilmuwan dari NASA Ames Research Center dan San Jose State University untuk mencari tahu asal-muasal cahaya misterius tersebut.



Hasil penelitian ini sudah diterbitkan di Jurnal Seismology Research Letters pada 2 Januari 2014.





Source : viva
Editor : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo
 

Geophy Palace Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates