Showing posts with label Geofisika. Show all posts
Showing posts with label Geofisika. Show all posts

12.10.15

Vulkanologi: Ilmu Mengenal Gunung Api

Vulkanologi merupakan cabang ilmu geologi yang mempelajari Gunung Api. Dengan kondisi negara kita yang kaya akan gunung api (129 gunung api aktif atau 15% dari seluruh gunung api di dunia), sudah seharusnya negara kita menghasilkan banyak ahli vulkanologi atau banyak orang yang mau belajar vulkanologi. Kalaupun belum banyak, besar harapan penulis, para pembaca artikel ini atau adik/saudara/anak/kerabat pembaca mau belajar gunung api sehingga nantinya betul-betul jadi ahli vulkanologi atau mau belajar vulkanologi. Dimana belajarnya, tentu saja di jurusan atau program studi Geologi yang di universitas-universitas dalam dan luar negeri.
Kira-kira apa saja yang dipelajari dalam cabang ilmu Vulkanologi ini? Dalam buku Catatan Kuliah Vulkanologi ITB yang ditulis oleh Dr. Ir. Prihadi Sumintadireja, MS, lingkup kajian dasar yang dipelajari untuk menjadi ahli Vulkanologi antara lain; Petrologi, mitigasi dan evaluasi bencana, survey pemetaan geologi, pemantauan/mitigasi erupsi gunung api, tata guna lahan, pertanian, dan eksplorasi sumber daya alam. Kesemua lingkup kajian di atas dibagi dalam beberapa topik bahasan penting di antaranya; Gunung Api di Indonesia, Magma, Erupsi Gunung Api, Lava dan Piroklastik, Mitigasi Bencana Gunung Api, Parameter Fisika Gunung Api, Vulkanostratigrafi, dan Sistem Panas Bumi. Ayo kita lihat satu persatu topik bahasannya;

Gunung Api di Indonesia

Gunung api indonesiaUntuk menjadi ahli vulkanologi di Indonesia tentu kita harus belajar karakteristik gunung api yang ada di Indonesia. Karateristik gunung api tersebut bisa dipelajari dari sejarah letusan yang pernah terjadi pada masa lampau. Selain itu, penyebaran gunung api di Indonesia yang dikelompokkan dalam kelompok Sunda, Banda, Sulawesi-Sangihe dan Halmahera juga harus dipahami serta masih banyak lagi hal-hal lain yang berkaitan dengan gunung api yang ada di Indonesia.

Pembentukan Magma

magmaMempelajari magma merupakan konsep dasar dalam ilmu petrologi batuan beku dan vulkanologi. Magma adalah material batuan berupa cairan silikat yang lebur atau lebur sebagian. Klasifikasi batuan beku dilakukan berdasarkan komposisi kimia magmanya. Komposisi kimia magma juga berhubungan dengan kental dan encernya magma. Kental dan encernya magma bisa berhubungan dengan jenis letusan/erupsi yang akan terjadi dan bentuk gunung apinya.

Erupsi Gunung Api

Gunung SoputanErupsi atau letusan gunung api secara efusif yang berupa aliran lava dan eksplosif yang menghasilkan piroklastik dipelajari dalam topik ini. Selain itu, bahan atau produk yang dihasilkan oleh gunung api ketika erupsi, tipe erupsi dan bentuk gunung api dipelajari dengan seksama sehingga apabila nantinya ada erupsi gunung api, bisa ditentukan tipe erupsi dan upaya mitigasi apa yang bisa dilakukan. Gunung api di Indonesia sendiri memiliki tipe erupsi yang berbeda-beda.

Lava dan Piroklastik

aliran piroklastikErupsi gunung api yang bersifat efusif akan menghasilkan lava dengan bermacam-macam jenis berdasarkan ukuran, bentuk, serta kenampakan permukaan dan di dalam lavanya sendiri. Jenis-jenis lava ini sangat dikontrol oleh viskositas (kekentalan lava), kecepatan efusi, dan keadaan lingkungan pengendapan (darat/laut). Demikian juga dengan piroklastik yang dihasilkan pada erupsi eksplosif dibagi kepada tiga macam yaitu; jatuhan piroklastik, aliran piroklastik dan surgepiroklastik. Mempelajari endapan piroklastik akibat erupsi masa lampau bisa memperkirakan jenis erupsi dan tingkat bahaya.

Mitigasi Bencana Gunung Api

kawasan rawan bencana gunung slametKetika erupsi, gunung api akan mengeluarkan awan panas, bongkah dan bom vulkanik, hujan abu, aliran lava, lahar, tsunami apabila di gunung api di laut dan gas beracun. Untuk meminimalisir korban jiwa dan kerusakan, kita harus melakukan upaya mitigasi baik secara struktural maupun non-struktural. Upaya pembuatan peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) gunung api, pengamatan gunung api dan pembuatan SOP kedaruratan adalah hal-hal yang dipelajari dalam topik ini.

Parameter Fisika Gunung Api

studi vulcanologiParameter fisika yang dipergunakan untuk memahami gunung api antara lain; Viskositas, Suhu, Tekanan, Aliran Fluida, Energi total aktivitas gunung api, Ambient Noise danau kawah dari aktivitas gunung api, dan mekanisme pengendapan piroklastik. Kalau dalam topik sebelum lebih banyak hafalan dan pengalaman lapangan, untuk topik parameter fisika gunung api, kita harus siap-siap untuk menghitung-hitung dan coret-coret kertas. Namun hal ini sangat menarik karena ilmu fisika yang pernah kita pelajari waktu SMU dulu langsung diaplikasikan di alam atau gunung api.

Vulkanostratigrafi

vulkanostratigrafiVolkanostratigrafi adalah ilmu yang mempelajari urutan dari rekaman kegiatan vulkanik terutama kejadian pada masa lampau yang tidak kita saksikan. Tahapan kajian vulkanostratigrafi terdiri dari; pemetaan, penentuan kejadian dan penyebaran, menentukan asal muasal produk gunung api, dan menentukan umur produk gunung api. Pemetaan vulkanostratigrafi meliputi analisa besar butir piroklastik, warna, pengelasan, bentuk pecahan, sifat perlapisan, struktur permukaan, struktur dalam, dan lain-lain.

Sistem Panas Bumi

sistem panas bumiPemanfaatan energi sistem panas untuk memenuhi kebutuhan pasokan energi bagi manusia adalah sisik positif dari gunung api. Dalam topik ini, kita diajarkan cara melakukan eksplorasi energi panas bumi menggunakan pendekatan geologi, geofisika dan geokimia, cara mengestimasi potensi energi panas bumi, pengembangan panas bumi, dan pemanfaatannya.

Beberapa topik yang dijelaskan di atas merupakan standar minimal yang harus dikuasai untuk menjadi ahli vulkanologi.
Wassalam,

Src : Mr. Ibnu Rusydy
Eo : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo

24.2.15

10 Negara dengan Harga Bensin Termahal di Dunia

Setiap terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak di negara kita, kita hampir selalu mengeluh dan tidak dapat menerima kebijakan pemerintah tersebut dengan mudah. Kita akan mencoba membandingkan dengan harga BBM di negara lain yang lebih murah dan berharap pemerintah akan membatalkan kebijakannya tersebut. Lain kali, cobalah anda sekali-kali membandingkan harga bensin dengan harga di negara-negara berikut. Mungkin anda akan sedikit bersyukur dengan harga bensin di negara kita, karena jika harga bensin kita seperti negara-negara di bawah, anda mungkin akan berpikir untuk menukar mobil anda dengan sepeda. Berikut 10 Negara dengan Harga Bensin Termahal di Dunia :

1. Istanbul, Turki
Kota ini menawarkan harga bensin tertinggi di dunia dengan harga Rp. 22.600 per liter. Tinginya harga ini disikapi oleh Walikota Kadir Topbas dengan merencanakan untuk menciptakan sebuah merek bahan bakar dengan harga ekonomis dan rantai pom bensin yang berlokasi di seluruh kota.

2. Asmara, Eritrea
Pembatasan dan seringnya kekurangan pasokan bensin membuat harga bensin di negara ini sangat tinggi. Dengan harga sekitar Rp. 22.600 per liter, anda dapat menghabiskan hampir sekitar Rp. 1.500.000 untuk mengisi penuh tangki sebuah mobil keluarga.

3. Oslo, Norwegia
Pajak bensin yang luar biasa tinggi yang ditetapkan oleh Uni Eropa membuat orang-orang di Oslo harus membayar Rp. 21.800 per liter. Yang mengejutkan, neara ini sebagian besar kekayaannya didapat dari sektor ekspor minyak.

4. Athena, Yunani
Rp. 20.000 per liter adalah harga yang harus anda bayar untuk mengendarai mobil anda di Yunani. Harga berfluktuasi dengan cepat dan sering, dikarenakan krisis dan gejolak yang terjadi di Mesir dan Libya.

5. Monte Carlo, Monako
Produsen otomotif di Monte Carlo telah mendorong penggunaan energi alternatif karena tingginya harga bensin. Mobil bertenagakan listrik menjadi sebuah solusi untuk harga bensin sebesar Rp. 19.800 per liter. Meskipun bensin sebenarnya masih digunakan dalam sebuah mobil listrik, biaya untuk mengisi bensin menurun secara drastis dalam mobil yang telah didukung oleh tenaga listrik.

6. Kopenhagen, Denmark
Dengan harga Rp. 19.750 per liter bensin, mengisi penuh tangki mobil anda akan kira-kira menghabiskan biaya sebesar Rp. 1.200.000. Harga bensin yang tinggi ini merupakan alasan mengapa sebagian besar penduduk Kopenhagen tidak memiliki keinginan untuk memiliki kendaraan. Sebaliknya, warga terbiasa dan lebih senang berjalan, menggunakan transportasi umum atau berpartisipasi dalam program berbagi sepeda.

7. Stockholm, Swedia
Harga bensin telah mencapai rekor tertinggi di seluruh Swedia, mencapai hingga sekitar Rp. 19.700 per liter. Para analis memperkirakan harga bensin yang tinggi ini disebabkan oleh sejumlah faktor yaitu pasar minyak dunia, nilai tukar dollar yang melemah dan sabotase terhadap instalasi minyak dunia. Menariknya, jika bensin tidak dikenai pajak yang tinggi, Stockholm akan memiliki bensin dengan harga termurah di dunia Barat.

8. Brussels, Belgia
Seperti kebanyakan negara di Eropa, harga sebesar Rp. 19.200 per liter bensin disebabkan tingginya pajak yang dikenakan pada bensin oleh Uni Eropa.

9. London, Inggris
Berkat tingginya harga bensin di London dan seluruh Inggris, para konsumen akan merasakan kenaikkan harga barang-barang lainnya untuk mengimbangi biaya produksi dan pengiriman barang.

10. Amsterdam, Belanda
Amsterdam telah sejak lama menjadi kota pejalan kaki sehingga harga Rp. 18.800 untuk satu liter bensin tidak akan memperlambat laju ekonomi di kota ini. Sepeda dan transportasi umum telah menjadi moda transportasi pilihan utama di kota yang indah ini.

Src : Card
Eo : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo

25.12.14

Metode Pengeboran Putar (Rotary Drilling)

Rotary drilling machine atau mesin bor putar adalah metode pemboran yang menggunakan aksi putaran untuk melakukan Penetrasi terhadap batuan. Pada mesin bor putar lubang bor dibentuk dari pemboran dengan mekanisme putar dan disertai pembebanan. Berdasarkan sistem penetrasinya, metode roraty terdiri dari 2 metode yaitu; system tricone dan drag bit. Tricone bit dengan hasil penetrasinya berupa gerusan dan drag bit dengan hasil penetrasinya berupa potongan (cutting).

Secara umum prinsip kerja operasi mesin bor putar dijabarkan sebagai berikut; 

  1. Lubang dalam formasi dibuat oleh gerakan putar dari pahat untuk mengeruk batuan dan menembus dengan suatu rangkaian batang bor yang berlobang (pipa).
  2. Rangkaian pipa bor disambungkan pada mesin sumber penggerak dengan berbagai macam alat transmisi, seperti kelly dan rotary table, chuck ataupun langsung.
  3. Sumber penggerak (mesin bensin, diesel dan sebagainya) atau dengan perantaraan kompresor/motor listrik.
  4. Pelumas/pendingin (air, lumpur, udara). Cairan pelumas dipompakan lewat pipa, keluar lewat pahar bor kembali lewat lobang bor di luar pipa (casing) atau sebaliknya.
  5. Pompa sebagai penggerak/penekan cairan pelumas.
  6. Pipa/batang di atas tanah ditahan/diatur dengan menggantungkannya pada suatu menara/derrick dengan sistem katrol atau dipandu lewat suatu rak (rack) untuk keperluan menyambungnya atau mencabut serta melepaskannya dari rangkaian.
  7. Untuk memperdalam lubang bor rangkaian pipa bor ditekan secara hidrolik atau mekanik maupun karena bebannya sendiri.
  8. Conto batuan hasil kerukan mata bor didapatkan sebagai Serbuk bor (drill-cuttings) yang dibawa ke permukaan oleh lumpur bor atau air. Serbuk penggerusan batuan dibawa oleh air ke permukaan sambil mendinginkan mata bor dan juga inti bor (drill core) yang diambil melalui bumbung pengambil inti (core barrel).
  9. Untuk pengambilan inti mata bor yang digunakan bersifat bolong di tengah sehingga batuan berbentuk cilinder masuk ke dalamnya dan ditangkap oleh core barrel. Mata bor ini biasanya menggunakan gigi dari intan atau baja tungsten.
  10. Bumbung inti (core barrel) diangkat ke permukaan dicabut dengan mengangkat seluruh rangkaian batang bor ke permukaan setiap kali seluruh bumbung terisi dan dicabut lewat tali kawat (wireline) melalui lubang pipa dengan kabel).
  11. Pipa selubung penahan runtuhnya dinding lubang bor (casing) dipasang setiap kedalaman tertentu tercapai, untuk kemudian dilanjutkan dengan matabor yang berukuran kecil (telescoping). Pipa selubung dipasang untuk mengatasi adanya masalah seperti masuknya air formasi secara berlebihan (water influks), kehilangan sirkulasi lumpur pemboran karena adanya kekosongan, dalam formasi, atau lemahnya lapisan yang ditembus.

Bor putar memberaikan batuan dengan memutar mata bor dan selain itu juga harus memberikan tekanan pada mata bor. Untuk operasi pengeboran vertikal ke bawah (downward) maka berat dari rangkaian bor secara otomatis akan memberikan tekanan kepada mata bor. Pada kondisi tertentu juga sering digunakan pipa khusus sebagai pemberat (drill collar) tepat di atas mata bor. Disamping itu tekanan juga bisa dihasilkan dari unit transmisi hidrolik mesin bor. Terdapat tiga metode dalam memutar rangkaian bor yaitu:

  1. Dengan memutar meja putar (rotary table) yang berhubungan langsung dengan pipa (stang bor), dalam hal ini unit pemutar bersifat statis. Putaran vertikal yang dihasilkan oleh mesin penggerak diubah menjadi putaran horisontal oleh sebuah meja putar yang pada bagian bawahnya terdapat alur-alur berpola konsentris.
  2. Dengan memutar pipa (stang bor) langsung oleh unit pemutar (mesin bor) yang juga ikut bergerak ke bawah (top drive) sehingga unit pemutar bersifat dinamis.
  3. Memutar mata bor dengan unit turbin pemutar di dalam lubang bor (downhole turbine).

Disamping tenaga putaran, kemajuan pengeboran juga sangat dipengaruhi oleh tekanan yang berasal dari beban rangkaian bor itu sendiri atau ditambah dengan tekanan hidrolik dari pompa mesin bor. Pengeboran putar hidrolik mengkombinasikan tekanan hidrolik, beban rangkaian bor, dan tenaga putaran ke mata bor untuk memberaikan formasi. Top drive adalah salah satu jenis pengeboran yang menggunakan tekanan hidrolik pada unit pemutar dinamis. Sementara pada unit pemutar statis, tekanan hidrolik dari pompa ditransmisikan ke rangkaian bor melalui spindle.


Src : AIOT
Eo : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo

Metode Pengeboran Tumbuk

Mesin bor tumbuk yang biasa disebut “cable tool” atau “spundder ring” dioperasikan dengan cara mengangkat dan menjatuhkan alat bor berat secara berulang-ulang kedalam lubang bor. Mata bor akan memecahkan batuan terkonsolidasi menjadi kepingan kecil atau akan melepaskan butiran-butiran pada material urai. Kepingan atau hancuran tersebut setelah bercampur dengan air di dalam lubang bor akan membentuk campuran lumpur dengan fragmen batuan (slurry) pada bagian dasar lubang bor. Jika di dalam lubang bor tidak dijumpai, maka perlu ditambahkan air guna membentuk slurry. Jumlah tertentu akan mengurangi daya tumbuk bor. Bila kecepatan laju pemboran sudah menjadi sangat lambat , slurry harus di angkat kepermukaan dengan menggunakan timba (Bailer) atau “Sand pump”.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan laju pemboran (penetrasi) dalam pemboran tumbuk diantaranya adalah: 
 
  1. Kekerasan lapisan batuan
  2. Diameter kedalam lubang bor 
  3. Jenis mata bor 
  4. Kecepatan dan jarak tumbuk 
  5. Beban pada alat bor

Peralatan peralatan utama dari bor tumbuk : 
  1. Tenaga Penggerak, biasanya berupa mesin dan listrik. Pada mesin penggerak itu ada klos-klos (spindle) untuk tempat kabel.Dengan perantaran handel-handel (satu untuk menggulung dan mengulur dan lainnya untuk mengerem) kabel dapat diatur. Bila di inginkan menumbuk , kabel itu mula-mula digulung. Pahat dengan sendirinya akan terangkat. Setealah cukup tinggi, handel rem dilepaskan.Dengan demekian pahat akan menumbuk batuan dibawahnya.
  2. Menara, Kebanyakan Menara bor tumbuk terdiri dari ataas satu tiang yang sudah menjadi satu dengan kendaraan (build in). Karena itu menra tersebut dinamakan menara "single pole". Untuk mendirikan dan merobohkannaya, cukup dengan handel saja. Pada waktu pemboran sebaiknya "swivel" dan meja putar dikesampingkan agar tidak terkena tumbukan. 
  3. Kabel, dibuat dari baja dan digulung pad klos-klos mesin penggerak.Dengan melalui kerekan, kabel itu selanjutnya dihubungkan dengan pahat. Panjang kabel itu 25 mm atau 50 m, dan seterusnya menurut kebutuhan. 
  4. Pahat. dibuat dari baja juga. 
  5. Pipa Pelindung (casing), unntuk menjaga agar lubang bor yang telah jadi tidak kembali runtuh. Bila sukar cara memasukkan pipa tersebut, dilakukan dengan tumbukan juga. 
  6. Timba, Bor tumbuk dinamakan pula bor kering, artinya tidak menggunakan cairan untuk pembilasan (flushing). Berarti Pompa air yang biasanya sudah ada pad kendaraan bor tidak berfungsi lagi. Karena Bor tumbuk tidak menggunakan pompa air, maka dalam transportnya lebih ringan daripada bor putar. 
  7. Kapasitas mesin bor tunbuk sangat tergantung pada berat perangkat penumbuk yang merupakan fungsi dari diameter mata bor, diameter dan panjang drill-stemnya. Adapun beberapa kelebihan dan kekurangan mesin bor tumbuk jika dibandingkan denngan mesin bor putar dapat dijelaskan sebagai berikut:
Walaupun bor tumbuk ini biasanya dipasang pada suatu truk atau traktor, namun ada kalanya mesin langsung dipasang diatas tanah. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama pekerjaan pemboran yaitu, landasan mesin bor, landasan ini harus dipersiapkan dengan letak yang betul. Landasan ini perlu stabil mesinnya bisa selalu dalam keadaan mantap dan dapat menahan mesin bor serta peralatannya. Juga memudahkan operator bekerja dengan leluasa. Ukuran landasanya itu minimum 3,5 X 3,5 meter. Demikian pula pada pemboran dasar sungai, untuk memudahkan dan keamanan, maka sesuai jaminan perlu dibuat “andang-andang” (scaffolding), dalam suatu rencana pekerjaan pemboran dasar sungai dan ini berarti penambahan biaya maupun waktu

Src : AIOT
Eo : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo

19.11.14

Vera Halfiani, Dara dengan Segudang Prestasi

 Vera HalfianiFitria Anggraini |
Menerima beasiswa pertukaran pelajar ke Jepang, Vera berhasil mewujudkan impiannya untuk  membuat banyak penelitian. Salah satuya, ia dan rekan setimnya berhasil membuat daur ulang kotak tisu menjadi kamera.
“Tik, tik, tik!”
Bunyian itu terdengar gaduh dan nyaring ketika membuka pintu ruang laboraturium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Senin, 24 Desember 2012 lalu. Saat hendak melangkahkan kaki ke dalam ruang tersebut, seketika orang-orang yang tadinya sibuk dengan keyboard dan layar komputer, serentak beralih pandangan menatap orang asing yang belum mereka temui sebelumnya.
“Di ruang sebelah sini aja,” tawar sosok sarjana FMIPA itu ketika tau orang di hadapannya terlihat bingung.
Perempuan berwajah oriental dengan tampilan casual ini bernama lengkap Vera Halfiani. Lahir di Banda Aceh, 6 Oktober 1989 silam. Di usianya yang telah mencapai 23 tahun, perempuan yang memiliki senyum manis ini telah mengukir banyak prestasi di bidang sains.
Dara Aceh yang kerap disapa Vera ini, sangat antusias menceritakan segudang pengalaman dan prestasi yang dimilikinya. Vera adalah lulusan sarjana dengan kategori cumlaude di Jurusan Matematika, Fakultas MIPA Unsyiah di tahun 2012.
Bagaimana tidak, ketika Vera masih menjadi mahasiswa FMIPA semester dua, ia sudah berhasil mendapatkan beasiswa ke Jepang dalam bentuk pertukaran pelajar. “Itu pada tahun 2008. Jadistudent exchange ini adalah  kerja sama antara Universitas Fukui di Jepang dengan Fakultas MIPA Unsyiah,” terang penerima predikat mahasiswa berprestasi peringkat tiga di Unsyiah tahun 2011.
Awalnya, Vera tidak menyangka dirinya yang terpilih menjadi salah satu dari 10 yang akan mewakili FMIPA Unsyiah ke Jepang. “Tujuan ikut tes untuk pengalaman aja, pingin tau aja diwawancara. Ternyata Alhamdulillah lulus tes, ya perasaan saya senang tapi pada saat itu juga ada rasa takut. Karena ini pengalaman pertama ke luar negeri, terus ke sana untuk mewakili Unsyiah, pastinya harusbawak nama baik Unsyiah,” tuturnya
Vera mengaku sempat berpikir untuk melepaskan kesempatan ini. “Jadi waktu itu saya mikir-mikir dulu karena belum siap. Kalau dilepasin sayang juga, jadi saya tanyak ke teman untuk meyakini diri. Terus teman bilang ambil aja karena kesempatan itu nggak datang dua kali. Dari situ saya yakinkan diri untuk ambil resiko, dan yang pergi kan lumayan rame ada 10 orang, jadi rasa takutnya berkurang,” terang asisten praktikum mata kuliah riset operasi di Fakultas Pertanian.
Ketika pertama menginjakkan kaki di Jepang, Vera masih merasa tidak percaya kalau dirinya memang sudah di Negeri Sakura itu. Pun demikian, perempuan yang menjadi anggota tim pembuat soal olimpiade matematika Provinsi Aceh ini mengaku tidak terlalu sulit beradaptasi di Jepang.
“Jadi kami pergi didampingi sama dosen pembimbing dua orang, dan dulunya dosen kami ini kuliahnya di Jepang, jadi masalah makanan dan waktu salat mudah diatasi. Di sana, semua kegiatan kami dikoordinasi oleh seorang profesor dari Jepang dan ia sangat toleran dengan orang islam, jam istirahat kami disesuaikan dengan waktu salat,” jelasnya.
Vera menambahkan kalau soal makanan Vera dan teman-temannya masak sendiri di sana. Mereka disediakan sebuah tempat di Universitas Fukui dan untuk masak mereka bergiliran. Kebetulan keberangkatan mereka  ke Jepang itu tepat di bulan puasa Jadi mereka masaknya sekalian, untuk berbuka dan untuk sahur. “Yang untuk sahur kami masukkin kedalam box makanan dan kami bawa ke hotel,” tutur Vera yang pernah menjadi panitia pelatihan karya tulis ilmiah oleh Komunitas Tinta Aceh (KOTA).
Selama 11 hari Di Jepang Vera dan temannya melakukan workshop fisika, matematika, biologi dan kimia. “Kami buat alat-alat praktikum dari barang sederhana dan daur ulang. Misalnya kotak tisu yang dibuat menjadi kamera dengan memanfaatkan konsep pembentukan bayangan,” ungkapnya.
Kepulangan dari Jepang, Vera juga mengaplikasikan ilmu yang ia terima dari sana. Vera dan temannya mendapat undangan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dua untuk mengajarkan kepada siswa membuat alat praktikum dengan bahan daur ulang. “Biasanya ketika siswa mendengar kata sains maka yang mereka pikir adalah susah dan membosankan. Dengan praktikum maka akan memudahkan mereka untuk mengerti, tapi kendala di sini alat praktikum mahal dan beberapa sekolah mungkin susah membuat alat itu ada,” terang vera.
Kemudian pada bulan 5 tahun 2012, untuk kedua kalinya vera kembali mendapatkan beasiswa ke Jepang dalam bentuk pertukaran budaya yang dibuat oleh pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Center (JICE).
Vera tidak hanya berprestasi dalam bidang sains, ia juga mendapat penghargaan sebagai peserta dengan nilai memuaskan dalam pelatihan perbaikan baca Al-Qur’an dengan metode Tahsinul Quran, yang diadakan oleh Ma’had Tahfidzul Qur’an Ibnu Mas’ud Markaz Ad Da’wah Al Ishlah Banda Aceh.
Ketika mengakhiri wawancara vera memberikan wejangan. Ia mengatakan untuk jagan ragu mengambil kesempatan, karena menurutnya ada beberapa orang berfikir keluar negeri itu susah dan dulunya ia juga berpikir hal yang sama. Setelah ke Jepang, Vera  berpikir semua itu tidak ada yang tidak mungkin, yang buat tidak mungkin itu karena orang tidak mau mencoba dengan alasan takut.  Padahal  ketika sudah mencoba, semua itu terasa mudah.
“Dulu saya pernah sampaikan pengalaman ini ke suatu forum dan ada satu dosen komentar ke saya, dosen tersebut bilang bahwa kadang mimpi itu berada dekat dengan kita jadi kita harus siap kapanaja,” tuturnya.
Vera pun berharap untuk mahasiswa di Unsyiah, terutama mahasiswa baru jangan cuma kuliah untuk belajar saja, tapi juga harus ikut organisasi dan ikut kompetisi. “Organisasi akan melatih kemampuan dan memperluas wawasan serta mendukung kita di masyarakat dan menjadi nilai tambah buat kita. Jangan malu ikut kompetisi, kompetisi bisa dalam bidang apa saja, misalnya sains, menulis. Dengan kompetisi bahkan kita bisa pergi ke luar negeri tanpa harus mengeluarkan uang,” jelasnya.
Di akhir wawancara, Vera punya pesan singkat untuk mahasiswa Unsyiah. “Raihlah prestasi dan pengalaman hingga titik darak penghabisan.”

Src : Detak
Eo : Ahmad Zaman Huri / Rahmad Fauzi (Komting 13)
Continue lendo

7.11.14

Earthquake Of ACEH Information (Today)

 
pict : AZH
 
 
  Indonesian Tsunami Early Warning System (InaTEWS) METEOROLOGICAL CLIMATOLOGICAL AND GEOPHYSICAL AGENCY Address:Jl. Angkasa I no.2 Kemayoran, Jakarta, Indonesia, 10720 Telp.: (+62-21) 4246321/6546316 , Fax: (+62-21) 6546316/4246703 P.O. Box 3540 Jkt, Website : http://www.bmkg.go.id ========================================================================= 
 Issued date : 07 November 2014, 7:25:36 WIB (UTC=WIB-7)
                          Earthquake Information
                     No.:2/infogempa/InaTEWS/XI/2014
 
An earthquake has occurred with these preliminary parameters:
 
Preferred Magnitude: 5.6 
Date               : 07-Nov-14
Origin Time        : 00:20:47 UTC
Latitude           : 4.68 N
Longitude          : 94.79 E
Depth              : 85 Km

Magnitudes         :  M:5.62 (preferred), MLv:5.92 , Mw(Mwp):5.22 , 
Mw(mB):5.37 , Mwp:5.44 , mB:5.80 , mb:5.78
Quality Control    :
   Number of Stations Used : 18
   RMS Residual            : 0.57 s
   Azimuth Gap             : 200 deg

Location           : Off West Coast of Northern Sumatra
Remarks            : 101 km SouthWest KAB-ACEHJAYA
                     114 km SouthWest KAB-ACEHBESAR
                     137 km SouthWest KOTA-SABANG-PROP-ACEH
                     113 km SouthWest BANDAACEH-PROP-ACEH
                     1800 km NorthWest JAKARTA-INDONESIA


Tsunami Information: 

         This earthquake does not generate TSUNAMI


This Information has been reviewed by Seismologist
Do not reply to this email, any inquiry addressed to : info_inatews@bmg.go.id

::::BMKG:::::::::::::BMKG::::::::::::::::BMKG:::::::::::::::BMKG:::::::::::::::: 
 
 
Src : bmkg
Eo : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo

3.11.14

Patahan , Sesar , atau Fault

Seperti dikutip dari beberapa ahli geologi, Patahan atau Sesar adalah sebagai berikut :

Patahan/Sesar (Faults) adalah rekahan yang telah mengalami pergeseran atau perpindahan tempat atau dislokasi atau disposisi atau displacement karena adanya pengaruh gaya–gaya endogen baik tekanan maupun tarikan. Umumnya disertai oleh struktur yang lain seperti lipatan, kekar dsb (Ragan,1973).

Patahan atau sesar (fault) adalah satu bentuk rekahan pada lapisan batuan bumi yang menyebabkan satu blok batuan bergerak relatif terhadap blok yang lain.Pergerakan bisa relatif turun, relatif naik, ataupun bergerak relatif mendatar terhadap blok yg lain. Pergerakan yg tiba-tiba dari suatu patahan atau sesar bisa mengakibatkan gempa bumi.
Beberapa istilah yang dipakai dalam analisis sesar antara lain:
  • Jurus sesar (strike of fault) adalah arah garis perpotongan bidang sesar dengan bidang horisontal dan biasanya diukur dari arah utara.
  • Kemiringan sesar (dip of fault) adalah sudut yang dibentuk antara bidang sesar dengan bidang horisontal, diukur tegak lurus strike.
  • Net slip adalah pergeseran relatif suatu titik yang semula berimpit pada bidang sesar akibat adanya sesar.
  • Rake adalah sudut yang dibentuk oleh net slip dengan strike slip (pergeseran horisontal searah jurus) pada bidang sesar.
Bagian Bagian dari Patahan
Keterangan gambar tersebut adalah: 
α = dip
β = rake of net slip
θ = hade = 90o – dip
ab = net slip
ac = strike slip
cb = ad = dip slip
ae = vertical slip = throw 
de = horizontal slip = heave























Adapun di lapangan indikasi suatu sesar / patahan dapat dikenal melalui :
  • Gawir sesar atau bidang sesar










  • Triangular Facet










  • Breksiasi, gouge, milonit
















  • Deretan mata air









  • Sumber air panas












  • Penyimpangan / pergeseran kedudukan lapisan










  • Gejala-gejala struktur minor seperti: cermin sesar, gores garis, lipatan dsb
 Cermin Sesar
Gores Garis

















Dalam penjelasan sesar, digunakan istilah: 
Hanging Wall Block dan Foot Wall Block digunakan sebagai penunjuk bagian blok badan sesar. Hanging wall merupakan bagian tubuh batuan yang relatif berada di atas bidang sesar. Foot wall merupakan bagian batuan yang relatif berada di bawah bidang sesar.





Sesar dapat dibagi kedalam beberapa jenis/tipe tergantung pada arah relatif pergeserannya. Selama patahan/sesar dianggap sebagai suatu bidang datar, maka konsep jurus dan kemiringan juga dapat dipakai, dengan demikian jurus dan kemiringan dari suatu bidang sesar dapat diukur dan ditentukan.

1. Dip Slip Faults

Dip Slip Faults adalah patahan yang bidang patahannya menyudut (inclined) dan pergeseran relatifnya berada disepanjang bidang patahannya atau offset terjadi disepanjang arah kemiringannya. Sebagai catatan bahwa ketika kita melihat pergeseran pada setiap patahan, kita tidak mengetahui sisi yang sebelah mana yang sebenarnya bergerak atau jika kedua sisinya bergerak, semuanya dapat kita tentukan melalui pergerakan relatifnya. Untuk setiap bidang patahan yang yang mempunyai kemiringan, maka dapat kita tentukan bahwa blok yang berada diatas patahan sebagai “hanging wall block” dan blok yang berada dibawah patahan dikenal sebagai “footwall block”.

2. Normal Faults

Normal Faults adalah patahan yang terjadi karena gaya tegasan tensional horisontal pada batuan yang bersifat retas dimana “hangingwall block” telah mengalami pergeseran relatif ke arah bagian bawah terhadap “footwall block”.

3. Horsts & Gabens

Horsts & Gabens dalam kaitannya dengan sesar normal yang terjadi sebagai akibat dari tegasan tensional, seringkali dijumpai sesar-sesar normal yang berpasang pasangan dengan bidang patahan yang berlawanan. Dalam kasus yang demikian, maka bagian dari blok-blok yang turun akan membentuk “graben” sedangkan pasangan dari blok-blok yang terangkat sebagai “horst”. Contoh kasus dari pengaruh gaya tegasan tensional yang bekerja pada kerak bumi pada saat ini adalah “East African Rift Valley” suatu wilayah dimana terjadi pemekaran benua yang menghasilkan suatu “Rift”. Contoh lainnya yang saat ini juga terjadi pemekaran kerak bumi adalah wilayah di bagian barat Amerika Serikat, yaitu di Nevada, Utah, dan Idaho.

4. Half-Grabens

Half-Grabens adalah patahan normal yang bidang patahannya berbentuk lengkungan dengan besar kemiringannya semakin berkurang kearah bagian bawah sehingga dapat menyebabkan blok yang turun mengalami rotasi.

5. Reverse Faults

Reverse Faults adalah patahan hasil dari gaya tegasan kompresional horisontal pada batuan yang bersifat retas, dimana “hangingwall block” berpindah relatif kearah atas terhadap “footwall block”.

6. A Thrust Fault

A Thrust Fault adalah patahan “reverse fault” yang kemiringan bidang patahannya lebih kecil dari 150. . Pergeseran dari sesar “Thrust fault” dapat mencapai hingga ratusan kilometer sehingga memungkinkan batuan yang lebih tua dijumpai menutupi batuan yang lebih muda.

7. Strike Slip Faults

Strike Slip Faults adalah patahan yang pergerakan relatifnya berarah horisontal mengikuti arah patahan. Patahan jenis ini berasal dari tegasan geser yang bekerja di dalam kerak bumi. Patahan jenis “strike slip fault” dapat dibagi menjadi 2(dua) tergantung pada sifat pergerakannya. Dengan mengamati pada salah satu sisi bidang patahan dan dengan melihat kearah bidang patahan yang berlawanan, maka jika bidang pada salah satu sisi bergerak kearah kiri kita sebut sebagai patahan “left-lateral strike-slip fault”. Jika bidang patahan pada sisi lainnya bergerak ke arah kanan, maka kita namakan sebagai “right-lateral strike-slip fault”. Contoh patahan jenis “strike slip fault” yang sangat terkenal adalah patahan “San Andreas” di California dengan panjang mencapai lebih dari 600 km.

8. Transform-Faults

Transform-Faults adalah jenis patahan “strike-slip faults” yang khas terjadi pada batas lempeng, dimana dua lempeng saling berpapasan satu dan lainnya secara horisontal. Jenis patahan transform umumnya terjadi di pematang samudra yang mengalami pergeseran (offset), dimana patahan transform hanya terjadi diantara batas kedua pematang, sedangkan dibagian luar dari kedua batas pematang tidak terjadi pergerakan relatif diantara kedua bloknya karena blok tersebut bergerak dengan arah yang sama. Daerah ini dikenal sebagai zona rekahan (fracture zones). Patahan “San Andreas” di California termasuk jenis patahan “transform fault”.


Src : Tun
Eo : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo
 

Geophy Palace Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates