9.10.13

Bagian-Bagian dan Fungsi Kompas

 
HAHA,, gimana rasanya PERANG..ada tugas kan…
Disini aku ingin memaparkan beberapa hal yang menyangkut tentang kompas.

Seperti telah kita ketahui sebelumnya, fungsi kompas adalah menunjukkan arah, terutama bidang (bumi) yang datar. Orang awam hanya melihat kompas berbentuk bulat dan Mempunyai jarum atau hanya mengenal kompas yang khusus yang menunjukkan arah utara magnetis. Biasanya kompas magnetis ini menunjukkan arah utara magnetis, kompas seperti ini disimpan pada asesoris mobil atau pada bagian gagang pisau komando.
Kompas khusus yang menunjukkan arah Kiblat atau Kabah, sanya ditempatkan pada sajadah (tikar sembahyang). Juga kompas yang dipunyai orang-orang tertentu (ustadz-haji) digunakan menentukan arah Kiblat untuk membangun Mesjid atau Musholla. Kompas ini disediakan catatan khusus untuk penggunaannya di berbagai negara.
  1. Dial                            : Permukaan diaman tertera angka/huruf seperti jam
  2. Visir                           : Pembidik Sasaran
  3. Kaca Pembesar         : Untuk melihat sasaran dan angka pada Dial
  4. Jam Penunjuk            : Menunjukkan lokasi magnet bumi
  5. Tutup Dial                  : Dengan 2 garis bersudut 450 dan dapat diputar-putar
  6. Alat penggantung       : Untuk tali/ dapat juga untuk menyangkutkan ibu jari tangan sewaktu            melakukan pembidikan

Kompas biasa fungsi utamanya hanya sebagai penunjuk arah berdasarkan prinsip gaya magnet. Jadi kompas biasa adalah kompas dasar. Ukuran kompas biasa umumnya lebih kecil dari 2 jenis kompas yang lain. Untuk sekedar penunjuk arah mata angin kompas biasa lebih dapat diandalkan karena lebih praktis.


Cara menggunakan kompas – Penggunaan kompas selalu dalam keadaan rata-horizontal. Hal ini bertujuan agar jarum magnet penunjuk dapat berputar secara bebas horizontal untuk mengarah ke utara-selatan magnet bumi. Kebebasan gerak jarum magnet akan berpengaruh dalam keakuratan penunjukan sebuah kompas.
 


Macam dan jenis kompas - Kompas terdiri dari 3 jenis, yaitu kompas bidik (kompas prisma), kompas orientering (kompas silva), dan kompas biasa.

Kompas bidik atau prisma fungsi utamanya untuk mempermudah menghitung sudut sasaran bidik (tempat atau benda) secara langsung. Cara pemakaiannya dengan membidikkan kompas ke sasaran secara langsung sekaligus membaca sudut sasaran pada skala kompas. Besar sudut yang dibuat oleh arah bidikan dan arah jarum (utara) itulah sudut sasarannya (bearing).

Kompas silva atau orienteering fungsi utamanya untuk mempermudah perhitungan dan pembacaan pada peta secara langsung. Badan atau pembungkus kompas silva selalu dibuat transparan untuk mempermudah pembacaan peta yang diletakkan di bawahnya.

Editor : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo

7.10.13

Bencana Alam Gempa Bumi Terdahsyat di Abad ke-21

gempaTernyata, selama 13 tahun terakhir telah terjadi sekitar 29 kali lebih bencana alam gempa bumi terdahsyat dengan skala di atas 7 Mw sampai September 2013. Kenapa saya katakan lebih?, karena saya yakin selain daftar yang saya buat ini, ada beberapa gempa bumi lain yang terlewat dari daftar tersebut. Beberapa kejadian gempa bumi tersebut juga diikuti oleh tsunami dahsyat yang menewaskan banyak sekali manusia. Apabila kita membandingkan frekwensi bencana alam gempa bumi besar di abad ke-20 dengan di abad ke-21 maka frekwensi kejadiannya lebih banyak di abad ke-21. Faktor tingginya frekwensi gempa bumi besar di abad ke-21 bisa jadi diakibatkan oleh bencana alam gempa bumi Aceh 2004. Hampir semua gempa dengan skala magnitudo di atas 6 Mw adalah gempa bumi tektonik, dan sangat jarang gempa vulkanik. Berikut ini daftar kejadian bencana alam gempa bumi terdahsyat di abad ke-21.

Kejadian Bencana Alam Gempa Bumi

Berikut ini daftar dan sedikit penjelasan gempa bumi yang terjadi di seluruh dunia pada abad ke-21 dan mudah-mudahan tidak ada yang terlewatkan, kalau ada yang terlewatkan mohon memberitahu saya:
  1. Gempa bumi India-Gujarat, 26 Januari 2001; Gempa bumi ini berkuatan 7,6 Mw, sebulan setelah gempa tersebut terjadi, Pemerintah India mengumumkan bahwa jumlah korban meninggal sebanyak 19.727 orang, 166.000 mengalami luka-luka, 600.000 harus kehilangan rumah, dan 348.000 unit rumah rusak. Episenter gempa tersebut dekat dengan episenter gempa yang terjadi tahun 1819 (sumber: http://cires.colorado.edu/~bilham/Gujarat2001.html).
  2. Gempa bumi Peru, 23 Juni 2001; Gempa bumi tersebut berkuatan 8,4 Mw dan terbesar sejak 25 tahun sebelum 2001. Kejadian bencana alam gempa bumi telah menyebabkan 26 orang meninggal dan merusak 17,510 unit rumah dan menyebabkan beberapa tanah longsor yang menutup jalan. (Sumber: USGS).
  3. Gempa bumi Afganistan, 3 dan 25 Maret 2002; gempa tersebut berkuatan 7,4 Mw dan 6,1 Mw dan menyebabkan meninggalnya lebih 1000 orang dan memicu tanah longsor yang merusak 400 rumah dan 1500 rumah rusak karena gempa (sumber: USGS)
  4. Gempa bumi Jepang-Hokaido, 25 September 2003; gempa jepang pertama di abad ke-21 ini berkuatan 8,3Mw. Gempa ini menyebabkan kerusakan jalan dan memicu tanah longsor serta menyebabkan 589 orang luka-luka. Saya tidak menemukan tulisan yang menyatakan ada korban jiwa walaupun gempa ini memicu tsunami setinggi 4 meter (Sumber: USGS).
  5. Gempa bumi Iran-Bam, 26 Desember 2003; Gempa Iran-Bam ini cuma berkuatan 66, Mw namun menimbulkan korban jiwa yang sangat banyat. Jumlah korban jiwa akibat bencana alam gempa bumi ini 30.000 orang dan melukai 30.000 orang lainnya serta 85% bangunan di sekitar kawasan Bam rusak. Kedalaman gempa darat ini sekitar 10 Km sehingga memiliki efek merusak yang luar biasa (Sumber: USGS).
    bencana alam gempa bumi
    Bencana Alam gempa bumi yang pernah terjadi pada masa yang lalu dan panjang rekahan gempa bumi Aceh 2004 (Kerry Sieh)
  6. Gempa bumi Aceh, 26 Desember 2004; Ini merupakan bencana alam gempa bumi terbesar di abad ke-21 yang terjadi di Aceh-Indonesia dengan jumlah korban jiwa sekitar 250.000 orang. Penjelasan detail tentang Gempa Aceh 2004 ini dapat dibaca pada artikel “Penyebab Tsunami Aceh” dan artikel ‘Tsunami Aceh Murni Bencana Alam“.
  7. Gempa bumi Nias, 28 Maret 2005; Gempa Nias ini berkuatan 8,7 Mw dengan kedalaman gempa 30 Km dan berada di sebelah barat Sibolga. Bencana alam Gempa bumi yang terjadi pukul 11 malam ini menyebabkan beberapa korban di kepulauan Nias dan menyebabkan kepanikan yang luar biasa karena ada isu tsunami dan masyarakat masih trauma dengan tsunami Aceh 2004.
  8. Gempa bumi Pakistan-Kahsmir, 8 Oktober 2005; Gempa Pakistan ini berkekuatan 7,6 Mw dan terjadi di bagian utara negara Pakistan atau di provinsi Kahsmir. Bencana alam gempa bumi ini mengakibatkan 100.000 orang meninggal dan melukai 138.000 lainnya (sumber: wikipedia)
  9. Gempa bumi Yogyakarta, 27 Mei 2006; Gempa darat Yogyakarta merupakan gempa darat yang cukup mengeparkan Indonesia. Gempa yang berkuatan 6,3 Mw terjadi di Sesar Opak memiliki kedalaman cuma 10 Km dari permukaan. Dangkalnya sumber gempa bumi dan banyak banggunan yang duduk di atas lapisan sedimen lunak telah menimbulkan efek Amplikasi atau penguatan gelombang gempa sehingga banyak rumah dan bangunan yang rusak parah. Diperkirakan 5,749 orang terbunuh dan 38,568 lainnya luka-luka (sumber: USGS).
  10. Gempa Bumi Jawa Barat, 17 Juni 2006; Bencana alam gempa bumi berkekuatan 7,7 Mw di  Pangandaran ini menimbulkan tsunami setinggi 4 meter dan membunuh sedikitnya 668 orang dan 65 orang hilang.
  11. Gempa bumi Padang, 6 Maret 2007; (USGS) mencatat terjadi dua gempa kali Gempa Padang 2007 yang berkekuatan masing-masing 6,4 Mw dan 6,3 Mw yang hanya berselang sekitar dua jam. Bencana alam gempa bumi ini diperkirakan telah membunuh 52 orang dan melukai beberapa orang lainnya.
  12. Gempa bumi Solomon, 1 April 2007; Bencana alam Gempa bumi di kepulauan Solomon di Pasifik ini berkuatan 8,1 Mw ini menimbulkan tsunami dan membunuh sekitar 52 orang dan 16 orang hilang.
    gempa bumi bengkulu 2007
    Pusat gempa bumi Bengkulu 2007 (sumber: USGS)
  13. Gempa bumi Bengkulu, 12 September 2007; Gempa bumi sumatra yang terjadi di laut Bengkulu ini berkekuatan 8,4 Mw. Gempa bumi ini menyebabkan 21 orang meninggal dan 88 orang terluka (Sumber: http://rust.org)
  14. Gempa bumi China-Sichuan, 12 Mei 2008; Gempa china ini berkuaatan 7,9 Mw dan telah menewaskan  69,195 orang serta 18,392 orang hilang. Gempa darat atau gempa sesar ini diikuti oleh beberapa kali gempa susulan atau aftershock.
  15. Gempa bumi Papua, 3 Januari 2009; Gempa papua yang berkekuatan 7,6 Mw ini telah menyebabkan 4 orang papua meninggal dunia dan melukai 37 orang lainnya (sumber: BBC News).
  16. Gempa bumi Tasikmalaya, 2 September 2009; Gempa Tasikmalaya ini berkuatan 7,7 Mw dan menimbulkan tsunami. Tsunami 3 meter akibat gempa ini merupakan tsunami kedua terparah setelah tsunami aceh 2004. Bencana alam tsunami tersebut membunuuh 668 orang dan 65 orang hilang (kementrian kesehatan). Tsunami akibat gempa tersebut sampai ke darat sampai 400 meter dari bibir pantai.
  17. Gempa bumi Samoa, 29 September 2009; Gempa di kepulauan Samoa-Pasifik ini berkuatan 8,6 Mw dan merupakan gempa yang bersumber di outer-rise. Gempa ini menimbulkan tsunami setinggi 8 meter dan menewaskan 149 orang.
    bencana alam gempa padang
    Kerusakan yang diakibatkan gempa Padang 2009 (www.rfi.fr)
  18. Gempa bumi Padang, 30 September 2009; Gempa Padang ini berkekuatan 7,6 Mw dan terjadi di merupakan gempa intra-plate atau intra-slab. Bencana alam gempa bumi ini telah menewaskan 1,115 orang dan melukai 1,115 orang serta merusak sejumlah rumah dan bangunan publik. Gempa ini juga memicu tanah longsor yang luar biasa sehingga ada desa yang tertimbun tanah longsor.
  19. Gempa bumi Haiti, 12 Januari 2010; kekuatan gempa ini sebesar 7 Mw (magnitudo momen) dengan kedalaman 10 Km. Gempa Haiti 2010 tersebut menyebabkan bencana alam tsunami setinggi 3 meter dan membunuh lebih 200.000 rakyat Haiti, 1,3 juta orang harus mengungsi, dan merusak ribuan rumah.
  20. Gempa bumi Chili, 27 Februari 2010; Gempa yang berkuatan 8,8 Mw ini berpusat di 35.909° LS, 72.733°BB. Gempa bumi Chili ini membunuh 523 orang meninggal 24 hilang dan 12.000 orang luka-luka. Kerusakan bangunan berupa rumah sebanyak 370,000 unit, sekolah 4,013 unit, dan rumah sakti 79 unit. Sampai dengan 16 April 2010, telah terjadi 21 gempa bumi susulan dengan skala di atas 6 Mw di sekitar sumber gempa tersebut (Sumber: USGS)
  21. Gempa bumi Simeulue, 7 April 2010; Gempa bumi ini merupakan gempa terkuat di Simeulue setelah gempa bumi 2004. Gempa dengan skala 7,2 Sr ini dirasakan sampai ke Malaysia dan Medan. Walaupun cukup kuat, gempa ini tidak menimbulkan korban jiwa.
  22. Gempa bumi Papua, 6 Juni 2010; Gempa bumi ini memiliki skala magnitudo sebesar 7 Mw terjadi di kedalaman 28 Km dan menyebabkan tewasnya 17 orang. Selain menewaskan masyarakat Papua, gempa bumi ini juga menyebabkan kerusakan di 9 desa, yaitu Aiyari, Randawaya, Hamtimoi, Karowaiti, Waita, Waridoni, Tare, Larelahiti dan Wabudayar.
    gempa bumi mentawai
    Gempa Bumi Mentawai 2010 (Sumber: USGS)
  23. Gempa bumi Mentawai, 26 Oktober 2010; Gempa bumi yang terjadi di Mentawai Sumatra Barat tahun 2010 ternyata bukan gempa bumi yang ditunggu-tunggu seperti yang pernah saya tulis pada artikel “Menunggu Gempa Bumi di Barat Sumatra“. Bencana alam gempa bumi yang memiliki skala 7,7 Mw ini menimbulkan tsunami setinggi 2 meter dan menyebabkan 286 orang dilaporkan tewas dan 252 orang lainnya dilaporkan hilang.
  24. Gempa bumi Jepang, 11 Maret 2011; Gempa yang menyebabkan terjadinya tsunami sekitar 4 – 10 meter di Jepang ini berkekuatan 8,9 Mw. Gempa bumi Jepang 2011 ini tercatat sebagai bencana alam gempa bumi terbesar di Jepang sepanjang sejarah.
  25. Gempa bumi Aceh – Simeulue, 11 Januari 2012; berkekuatan 7.3 Mw (moment magnitude) berada di kedalaman 29.1 km dan berada di 2.396° LU, 93.175° BT. Gempa ini tidak terjadi di zona subduksi melainkan di kerak samutra di lempeng Indo-Australia. Penjelasakan detailnya bisa baca artikel “Gempa Dini Hari di Simeulue“.
  26. Gempa bumi Aceh-Simeulue, 11 April 2012;  Gempa April 2012 ini lokasinya sama dengan gempa 11 Januari 2012 di atas. Gempa dengan kekuatan 8,5 Mw ini terjadi di kerak samudra, tepatnya di IFZ-NER. Setelah gempa ini terjadi, semua ilmu gempa jadi sadar, ternyata zona yang sebelumnya dianggap aseismic atau tidak berpotensi gempa, tiba bisa menimbulkan gempa bumi. Gempa bumi dengan mekanisme sesar geser tercatat sebagai gempa bumi sesar geser terbesar di dalam sejarah gempa bumi. Setelah adanya gempa bumi ini, sekarang ini di Sumatra ada 3 Sumber Gempa.
  27. Gempa bumi Aceh-Geumpang, 22 Januari 2013; Setelah keseringan merasakan gempa di laut, kali ini masyarakat Aceh dikejutkan dengan bencana alam gempa bumi di darat atau gempa bumi di patahan Sumatra. Gempa bumi yang terjadi 2 kaliini memiliki Skala 6 Mw (moment Magnitude) dan 4,7 Mw. Karena terjadi di darat, gempa ini menimbulkan banyak kerusakan bangunan. Penjelasan detailnya bisa dibaca pada artikel “Gempa Mane-Geumpang Bukan Gempa Sesar Pertama“.
  28. Gempa bumi Aceh-Gayo, 2 Juli 2013; Setelah awal tahun masyarakat Aceh merasakan gempa darat di kawasan Mane dan Geumpang. Pada pertengahan tahun, gempa darat kembali terjadi di Aceh. Kali ini terjadinya di kawasan Aceh Tengah dan Bener Meriah. Penjelasannya bisa baca artikel “Gempa Darat di Aceh Tengah dan Bener Meriah“
  29. Gempa bumi Pakistan, September 2013; Bencana alam gempa bumi darat juga melanda Pakistan, gempa dengan kekuatan 7,7 Mw. Gempa bumi ini juga memicu munculnya pulau baru di laut Pakistan. Penjelas detailnya pernah saya tulis pada artikel “Gempa Darat Pakistan (24 September 2013)“.

Kejadian Bencana Alam Tsunami

Berikut ini daftar kejadian bencana alam gempa bumi yang menimbulkan tsunami;
  1. Tsunami Aceh, 26 Desember 2004;
  2. Tsunami Pangandaran, 17 Juni 2006;
  3. Tsunami Pulau Solomon, 1 April 2007;
  4. Tsunami Samoa, 29 September 2009;
  5. Tsunami Haiti, 12 Januari 2010;
  6. Tsunami Jepang, 11 Maret 2011;
Penjelasan detail tentang kejadian bencana alam tsunami di Abad ke-21 akan saya jelaskan pada tulisan berikutnya.
Semoga kita belajar banyak dari setiap kejadian bencana alam gempa bumi yang terjadi di abad-21 ini.


Editor : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo

Melihat Kembali Patahan Yang Berada di Aceh

patahan sumatra di aceh 
Patahan di Aceh sungguh komplek dan sedikit diteliti, gempa Aceh Tengah dan Bener Meriah 2 Juli 2013 menjadi pengingat bahwa kita memiliki potensi gempa darat atau gempa sesar darat dan harus betul-betul diteliti. Gempa darat memiliki efek merusak lebih kuat karena sumber sangat dekat dengan permukaan. Sumber gempa 2 Juli 2013 diyakini tidak terjadi pada patahan Aceh yang sudah terpetakan sebelumnya, melainkan terjadi di patahan baru. Sambil menunggu beberapa ahli menulis tentang patahan baru di Aceh, melalui tulisan ini saya mencoba sedikit mengupas patahan-patahan yang sudah terpetakan sebelumnya di Aceh. Harapannya kita memahami patahan yang sudah ada, sambil menunggu analisa lain dari para pakar. Untuk memahami patahan Aceh lebih menyeluruh, sebelumnya saya akan menjelaskan sedikit tentang Tatanan tektonik Sumatra.

Tatanan Tektonik Sumatra

Di pulau Sumatera, pergerakan lempeng Indo-Australia menabrak dan menunjam ke bawah lempeng Eurasia yang kemudian menghasilkan rangkaian busur pulau depan (forearch islands) atau zona prismatik akresi yang non-vulkanik (seperti: P. Simeulue, P. Banyak, P. Nias, P. Batu, P. Siberut hingga P. Enggano), dan rangkaian pegunungan Bukit Barisan dengan jalur vulkanik di tengahnya, serta sesar aktif “The Great Sumatera Fault” atau Sesar Sumatra atau patahan Sumatra yang membelah pulau Sumatera mulai dari Teluk Semangko hingga Banda Aceh dan menerus ke laut Andaman. Sesar utama pulau Sumatra tidaklah 1 garis memanjang, malainkan dibagi dalam beberapa segmen utama seperti pernah saya jelaskan pada tulisan tentang Gempa Bener Meriah. Di samping segmen utama patahan/sesar tersebut tersebut, terdapat patahan-patahan lain yang juga bisa menjadi sumber gempa. Di Aceh sendiri, terdapat patahan Sumatra segmen Aceh, Seulimuem, Tripa, Batee, Peusangan-Blang Pidie, Lhokseumawe, dan Blangkejeren.
Tatanan tektonik sumatra (sumber: Mc Caffrey R, 2009)
Tatanan tektonik sumatra (sumber: Mc Caffrey R, 2009)
Ilustrasi tatanan tektonik Sumatra yang terdiri zona subduksi, palung laut kepulauan busur muka atau zona prismatik akresi, cekungan busur muka, bukit barisan, sesar sumatra, gunungapi, dan cekungan busur belakang seperti terlihat pada gambar di samping. Karena lempeng Indo-Australia menunjamnya miring sehingga terbentuknya patahan di tengah-tengah pulau Sumatra. Tatanan tektonik yang sangat komplek ini menjadikan pulau Sumatra kaya akan sumber daya lama dan kaya akan bencana alam.
Untuk memahami lebih detail, pembaca mengklik link ini Sesar Sumatra.
Berikut ini beberapa patahan Aceh atau patahan yang berada di Aceh:

Patahan Segmen Aceh dan Seulimuem

Sesar Sumatra Segmen Aceh dan Seulimum (Didik et al, 2010)
Sesar Sumatra segmen Aceh membentang mulai dari Aceh Tengah menerus sampai ke Mata Ie dan sampai ke Pulau Aceh. Sesar Sumatra segmen Aceh ini, sejak tahun 1892 belum pernah digoncang gempa di atas 6 Mw. Pada tahun 2013 ini, segmen ini telah mengalami gempa dengan skala di atas 6 Mw di sekitar Aceh Tengah dan Bener Meriah. Kejadian gempa 22 Januari 2013 tersebut telah mengindikasi bahwa sesar Sumatra segmen Aceh melepaskan energi yang sudah puluhan tahun tidak lepas. Energi yang sudah lepas ini membuat kita sedikit lega karena dalam waktu beberapa puluh tahun ke depan mungkin di tempat tersebut tidak akan terjadi lagi gempa namun segmen Aceh bagian lain harus diwaspadai. Segmen Aceh bagian lain meliputi Banda Aceh dan Aceh Besar. Kapan energi gempa tersebut akan lepas?? belum ada ilmu yang bisa memprediksinya.
Sesar Sumatra Segmen Seulimuem sedikit berbeda dengan segmen Aceh. Pada Segmen Seulimuem telah beberapa kali terjadi gempa pada tahun 1964 dan 17 Desember 1975 sebesar 6,2 Mw di kawasan Krueng Raya. Sesar Sumatra segmen Aceh dan Seulimuem ini merupakan patahan di Aceh yang banyak diketahui oleh orang.
Patahan yang ada di Aceh, 1A: Segmen Aceh, 1B: Segmen Seulimum, 3: Segmen Batee, dan 1C: Segmen Tripa (Danny Hilman, 2007)
Patahan yang ada di Aceh, 1A: Segmen Aceh, 1B: Segmen Seulimum, 3: Segmen Batee, dan 1C: Segmen Tripa (Danny Hilman, 2007)

Patahan Segmen Batee

Patahan di Aceh lainnya adalah Sesar/patahan Sumatra segmen Batee menurut Danny Hilman dan Kerry Sieh bukan merupakan sesar aktif. Sesar geser kanan ini juga tidak menunjukkan gejala gempa sejak beberapa puluh ribu tahun yang lalu. Di daratan Aceh, sesar ini dimulai dari Aceh Selatan menujuk arah Barat-Laut sampai jalur tengah antara perbatasan Aceh Barat dengan Aceh Tengah. Pada tahun 1995, Bellier and Sebrier juga mendapakan bahwa sesar ini bergerak sekitar  1,2 – 0.5 cm/year, nilai pergerakan ini didapat berdasarkan perkiraan perubahan marfologi. Walaupun segmen ini tidak menunjukkan gempa sejak beberapa ribu tahun yang lalu, Takeo Ito, dkk dari ITB, Nagoya Univ, BPPT dan Universitas Syiah Kuala menemukan indikasi pergerakan segmen namun energi yang tersimpan tidak begitu besar. Letak segmen Batee, pada gambar di samping ditunjukkan dengan label nomor 3.

Patahan Segmen Tripa

Patahan Sumatra Segmen Tripa berada di antara Aceh Tenggara dengan Aceh tengah. Pada segmen patahan ini pernah terjadi gempa sesar pada tahun 1990 di Kab. Gayo Lues dengan magnitudo sebesar 6,8 Ms dan di Aceh Tenggara pada tahun 1936 dengan magnitudo sebesar 7,2 Ms.
Untuk pembaca yang ingin memahami skala Ms, bisa baca tulisan saya tentang Magnitudo gempa.
Menurut Irwan Meilano, patahan Sumatra segmen Tripa bergerak secara menganan (sesar geser kanan) dengan kecepatan (laju geser/slip rate) sebesar 3,5 mm/tahun dengan kedalaman potensi sumber gempa 10 Km.

Patahan Segmen Peusangan

Patahan segmen Peusangan dari Bireun ke Blang Pidie (H.D. Tjia, 2011)
Patahan segmen Peusangan dari Bireun ke Blang Pidie (H.D. Tjia, 2011)
Berbeda dengan segmen lainnya, Patahan segmen Peusangan ini merupakan patahan di Aceh jarang sekali kita temukan dalam beberapa tulisan. Kalau segmen Aceh, Seulimuem, Batee dan Tripa bagi sebagian orang sudah sangat familiar, namun tidak dengan segmen Peusangan. Prof. Emeritus H.D. Tjia (Geologis senior Indonesia), pada tahun 2011 melalui Annual Intenational Workshop on Sumatra Tsunami Disaster and Recovery (AIWEST-DR) yang dilaksanakan di Aceh memaparkan tentang patahan segmen Peusangan ini. Beliau menduga bahwa, patahan Peusangan yang bergerak secara geser-kiri menjadi penyebab gempa 8,7 Mw pada tanggal 28 Maret 2005. Kawasan segmen patahan Peusangan ini dapat dilihat pada gambar di samping kiri.
Di daratan Aceh, patahan Peusangan bagian utara berada di Bireun dan menerus ke Selatan sampai ke Blang Pidie. Kondisi batimetri pulau Banyak yang linear juga menunjukkan bahwa kawasan tersebut zona patahan Peusangan. Di bagian utara, patahan Peusangan ini membentuk tepi lereng yang curam teras Mergui.
Selain beberapa patahan yang saya jelaskan di atas, masih banyak patahan-patahan Aceh yang belum terpetakan. Namun demikian, syukur alhamdulillah sejak tahun 2005, ITB, Nagoya Univ, BPPT dan Laboratorium Geofisika Jurusan Fisika Universitas Syiah Kuala membangun AGNeSS  (Aceh GPS Network for Sumateran Fault System) yang terdiri dari 6 titik pengamatan permanen dan 18 titik pengamatan episodik yang mencakup wilayah patahan Aceh, Seulimeum dan Batee. Pada awal pemasangan dan pengukuran titik GPS geodetik tahun 2005, penulis juga ikut terlibat namun masih sebatas mahasiswa…hehehehehe :)
Apa yang dilakukan AGNeSS masih dalam tahap pengamatan pergerakan patahan di Aceh berdasarkan pengamatan titik GPS Geodetik, pemetaan secara menyeluruh sesar-sear aktif belumlah dilakukan. Semoga ke depan makin banyak peneliti ilmu kebumian yang terjun ke Aceh dan Sumatra.



Editer : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo

Makalah Kuliah Tentang Seismograf


PEMBAHASAN
1.1.PENGERTIAN SEISMOLOGI
Ilmu yang mempelajari tentang gempa disebut dengan seismologi. Seismologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu seismos yang berarti getaran atau goncangan dan logos yang berarti risalah atau ilmu pengetahuan. Orang Yunani menyebut gempa bumi dengan kata-kata seismos tes ges yang berarti Bumi bergoncang atau bergetar.  Ilmu ini mengkaji tentang apa yang terjadi pada permukaan bumi disaat gempa, bagaimana energi goncangan merambat dari dalam perut bumi ke permukaan, dan bagaimana energi ini dapat menimbulkan kerusakan, serta proses tumbukan antar lempeng pada sesar bumi yang menyebabakan terjadinya gempa. Dengan demikian, secara sederhana seismologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari fenomena getaran pada bumi, atau dengan kata sederhana, ilmu mengenai gempa bumi. Seismologi merupakan bagian dari ilmu geofisika.

1.2.PERKEMBANGAN SEISMOLOGI
Seismologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gempa bumi dan struktur dalam bumi dengan menggunakan gelombang seismik yang dapat di timbulkan dari gempa bumi atau sumber lain
 Pada hakikatnya seismologi lahir sejak manusia tertarik untuk mengkaji fenomena alam yang  berupa gempa bumi. Dari rasa ketertarikan ini mereka berusaha untuk mengungkap tentang mengapa, bagaiman, maupun untuk apa  gempa bumi itu terjadi. Seirang dengan tinggak peradaban ilmu, muncul kajian-kajian khusus tentang gempa bumi, seperti mekanisme terjadinya gempa bumi, dampak yang di timbulkan gempa bumi, perancangan alat perekam gempa bumi, diskripsi teoristik melaluai pemodelan, maupun pemanfaatan informasi yang di indikasikan oleh gempa bumi. Seismologi telah berkembang tidak hanya mempelajari tentang gempa bumi semata, tetapi mengkaji tentang gelombang-gelombang yang di bangkitkan oleh gempa bumi atau gempa buatan da n juga kajian tentang perameter-parameter yang dapat disimpulkan dari pelajaran gelombang-gelombang tersebut.
Berdasrakan posisi sumber gempa terhadap lokasi seismograf, secara umum gempa bumi diklarifikasikan, menjadi dua katagori yaitu:
1.2.1         Gempa bumi dekat atau lokal
Gempa lokal adalah gempa dengan jarak episenternya terhadap stasiun pencatat  tidak melebihi dari beberapa ratus kilometer, sehingga kkelengkungan bumi dapat diabaikan, gempa lokal di manfaatkan untuk mengetahui struktur permukaan bumi termaksut di dalamnya adalah gempa  buatan yabg dilakukan terhadap seismik eksplorasi
1.2.2         Gempa bumi jauh atau teleseimik
Telesesmik adalah gempa dengan jarak episenternya terhadap stasiun pencatat lebih dari 1000 kilometer katagori gempa ini memberikan peranan  penting dalam penentuan struktur bagian dalam bumi, seperti yang di bahas  dalam paper ini.

1.3  BEBERAPA ISTILAH DALAM SEISMOLOGI.
Ada beberapa istilah yang seting di gunakan dalam pembahasan seismologi, diantaranya:
1.2.1.   Hiposenter adalah puast gempa di dalam bumi yang biasa juga disebut titik fokus gempa .
1.2.2.   Episenter adalah proyeksi hiposentar kebidang permukaan  bumi.
1.2.3.   Origin time atau waktu asal  adalah waktu saat terjadadinya hiposenter.
1.2.4.      Travel time atau waktu tempuh adaah waktu yang dibutuhkan oleh gelombanng gempa untuk menjalar dari hiposenter ke waktu pencatat trevel time di tentukan   dari waktu tiba (arival time) gelombang seismograf di kurangi  dengan original time.
1.2.5.   Seismometer, seismograf dan seismogram.
Seismometer  adalah alat yang digunakan untuk merespon getaran tanah akibat gempa bumi. Seismograf adalah gabungan antara seismometer dan alat pereka. Seismogram hasil rekaman seismograf



1.3  PEMBANGKITA GELOMBANG SEISMK
Gelombang seismik pada dasarnya merupan gelombang elastik yang menjalar melalui media bumi. Pembangkitan gelombnag seismik dapat di lakukan dengan dua metode, yaitu:
1.3.1. Metode aktif. Metode aktif  biasanya digunakan pada seismik eksplorasi, yaitu dengan peledakan dinamik, pemukulan dengan palu dan sebagainya.
1.3.2. Metode pasif. Metode pasif memanfaatkan gejala-gejala alam yang sudah
ada, seperti gempa bumi, baik yang diakibatkan letusan gunung berapia  maupun gempa tektonik
Pada saat terjadinya gempa bumi sejumlah energi dilepaskan dari sumber gempa atau titik fokus. Energi ini akan di pancarkan kesegala arah melalui usikan yang menjalar ke seluruh bagian bumi dalam medium elastik.

1.4  GEMPA BUMI.
Gempa bumi adalah getaran yang terjadi permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.
Gempa bumi terjadi setiap hari di bumi, namun kebanyakan kecil dan tidak menyebabkan kerusakan apa-apa. Gempa bumi kecil juga dapat mengiringi gempa bumi besar, dan dapat terjadi sesudah, sebelum, atau selepas gempa bumi besar tersebut.
Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat yang dinamakan Pengukur Richter. Gempa bumi dibagi ke dalam skala dari satu hingga sembilan berdasarkan ukurannya (skala Richter). Gempa bumi juga dapat diukur dengan menggunakan ukuran Skala Mercalli.

1.5  PENYEBAB TERJADINYA GEMPA.
Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi. Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km. Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau ekstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.

1.6  JENIS JENIS GEMPA.
Sebenarnya gempa yang terjadi setiap hari namun tidak terasa oleh manusia , hanya lalat seismograf saja yang bias mencatatnya dan tidak semua gempa dapat mengakibatkan kerusakan. Ada beberapa macam penyebab terjadinya  gempa antara lain:
1.6.1        Keruntuhan dalam gua akibat terjadinya tanah runtuh dalam gua (di dalam tanah)Maka terjadi getaran di permukaan tanah di sekitar gua tersebut. Gempa runtuhan atau terban merupakan gempa bumi yang terjadi akibat runtuhan tanah atau batuan
1.6.2        Tumbukan antara meteor dan permukaan bumi pada saat meteor yamg jatuh ke bumi maka terjadilah tumbukan yang sangat keras antara meteor dan peermukaan tanah sehingga tanah disekitar meteor itu bergerak
1.6.3        Peristiwa vulkanisme yaitu kegiatan gunung api yang meletus. Pada waktu terjadinya  getaran-getaran tanah disekitar gunung api.
1.6.4        Peritiwa tektonik. Yaitu gerakan lempeng / kerak bumi. Seperti di ketahui bahwa kullit bumi.
Focus gempa sering juga disebut  hyposenter. Kedalaman dari focus ini sangat menentukan pengaruh getaran trehadap suatu lokasi.  Berdasarkan kedalalam focus gempa ini, maka gempa dapat digolongkan menjadi:
1.6.1. Gempa dangkal yaitu gempa dengan focus 0-70 km.
1.6.2. Gempa menengah yaitu gempa gengan fkus 70-300  km.
1.6.3. Gempa dalam yaitu gempa dengan focus 300-700 km.
Gempa dengan focus dangkal mengakibatkan kerusakan lebih parah disbanding dengan menengah  dan dalam. Sekitar 2/3 energi gempa yang di lepaskan di seluruh dunia bersumber dari gempa focus dangkal.
1.7  GELOMBANG GEMPA
Pada dasarnya ada dua jenis gelombang yang dilepas pada saat terjadi gempa, yaitu Gelombang Badan (Body Waves) dan Gelombang Permukaan (Surface Wave). Gelombang badan ada dua jenis, yaitu Gelombang P (Primer) dan Gelombang S  (Secunder). Gelombang permukaan ada dua jenis, yaitu Gelombang R (Rayleigh) dan Gelombang L (Love).
Gelombang P merambat pada arah longitudinal, dengan cara memampat dan mengembang searah dengan arah rambatan. Kecepatan perambatan gelombang P antara 1,4 sampai dengan 6,4 km/detik. Gelombang S merambat pada arah transversal. Perambatan dari Gelombang S ini disertai juga dengan gerakan berputar sehingga dapat lebih membahayakan di bandingkan Gelombang P. Kecepatan perambatan Gelombang S sekitar 2/3 kali kecepatan Gelombang P. Karena perbedaan kecepatan rambat dari kedua gelombang ini, maka dari hasil rekaman Gempa, dapat diperkirakan jarak sumber gempanya berdasarkan selisih waktu tiba antara kedua gelombang tersebut pada alat seismograf. Gelombang R dan Gelombang L hanya merambat di permukaan tanah saja. Gelombang R arah gerakannya pada bidang vertikal, sedangkan Gelombang L bergerak transversal pada bidang horisontal. Adapun jenis jenis gempa antara lain:
1.7.1 Gelombang Primer.
Gelombang Primer adalah gelombang gempa yang tercepat. Gelombang P ini dapat merambat melalui media padat dan cair, seperti lapisan batuan, air atau lapisan cair bumi. Pada saat merambat, gelombang ini akan menekan media batuan yang dilewatinya. Mekanisme perambatan Gelombang P yang menekan lapisan batuan, identik dengan mekanisme terjadinya getaran pada jendela kaca saat terjadi suar*a petir yang keras. Jendela bergetar karena adanya tekanan dari gelombang suara pada kaca jendela. Pada saat terjadi gempa, pengaruh dari Gelombang P dapat dirasakan berupa  getaran.
Gambar 1.1  Perambatan Gelombang Primer.

1.7.2        Gelombang Skunder
 Jenis kedua dari Gelombang Badan adalah Gelombang S, yang merupakan gelombang kedua yang dapat dirasakan pada saat gempa. Gelombang S lebih lambat dari pada Gelombang P, dan hanya dapat merambat melalui batuan padat. Arah gerakan dari gelombang ini naik-turun atau bergerak menyamping.
Gambar 1.2  Perambatan Gelombang Skunder
1.7.3        Gelombang permukaan
Jenis pertama dari Gelombang Permukaan disebut Gelombang L. Gelombang ini diberi nama sesuai dengan nama penemunya yaitu A.E.H. Love seorang ahli matematika dari Inggris yang mengerjakan model matematika untuk jenis gelombang ini di pada 1911. Gelombang ini adalah yang tercepat dan menggerakkan tanah dari samping ke samping.
Gambar 1.3.  Perambatan Gelombang permukaan.
1.7.4        Gelombang permukaan lainya
Jenis Gelombang Permukaan lainnya adalah Gelombang R. Keberadaan dari gelombang ini diperkirakan secara matematika oleh W.S. Rayleigh pada 1885. Pada saat merambat, Gelombang R akan menggulung media yang dilewatinya, dimana gerakan dari gelombang ini mirip dengan gerakan gelombang air di laut. Karena gerakan yang menggulung ini, maka lapisan tanah atau batuan akan naik dan turun, dan akan ikut bergerak searah dengan gerakan gelombang. Kebanyakan goncangan dari gempa berhubungan erat dengan Gelombang R ini. Pengaruh kerusakan yang diakibatkan oleh Gelombang R dapat lebih besar dibandingkan gelombang-gelombang gempa lainnya.
Gambar 1.4.  Perambatan Gelombang.



BAB III

PENUTUP
1.      KESIMPULAN
1.      SEISMOLOGI
Seismologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gempa bumi dan struktur dalam bumi dengan menggunakan gelombang seismik yang dapat di timbulkan dari gempa bumi atau sumber lain.
2.      PERKEMBANGAM  SEISMOLOGI.
Seirang dengan tinggak peradaban ilmu, muncul kajian-kajian khusus tentang gempa bumi, seperti mekanisme terjadinya gempa bumi, dampak yang di timbulkan gempa bumi, perancangan alat perekam gempa bumi, diskripsi teoristik melaluai pemodelan, maupun pemanfaatan informasi yang di indikasikan oleh gempa bumi.
3.      BEBERAPA ISTILAH DALAM SEISMOLOGI.
3.1  Hiposenter
3.2  Episenter
3.3  Origin time
3.4  Travel time atau waktu tempuh
4.      PEMBANGKITAN GELOMBANG SEISMIC.
4.1   Metode aktif
4.2   Metode pasif.
5.       GEMPA BUMI.
Gempa bumi adalah getaran yang terjadi permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut.



6.      PENYEBAB TERJADINYA GEMPA.
Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi.

7.      JENIS JENIS GEMPA.
7.1   Keruntuhan dalam gua
7.2   Peritiwa tektonik.
7.3   Peristiwa vulkanisme
7.4   Tumbukan antara meteor dan permukaan.

8.      GELOMBANG GEMPA
8.1  Gelombang Primer
8.2  Gelombang Skunder
8.3  Gelombang permukaan
8.4  Gelombang permukaan lainya.

2.      SARAN.
Dari pembahasan yang ada di makalah ini yang mungkin masih belum lengkkap dalam pengumpulan data baik dari segi sestimatis dalam penyusunan makalah ini kami mengharapkan saran dari para pembaca agar dalam penyusun makalah di lain hari kami tidak dapat mengulangi kesalah yang sama seperti daalam pembuatan makalah ini.



Editor : Ahmad Zaman huri
Continue lendo

Sejarah Letusan dan Pengamatan Gunung Api Sinabung

letusan sinabung 
Gunung Api Sinabung yang terletak di tanah Karo Sumatra Utara, semalam pukul 02:51 tanggal 15 September 2013 kembali menunjukkan “keperkasaannya”. Banyak warga mengungsi untuk menghindari dampak negatif dari letusan gunung tersebut. Saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi  Badan Geologi telah menaikkan status gunung api Sinabung menjadi Siaga atau level III dimana sebelumnya berstatus waspada atau level II.

Sejarah Letusan Sinabung

Gunung api Sinabung yang terletak di Sumatra Utara tersebut, pada awalnya merupakan gunung api Tipe B dimana setelah tahun 1600 tidak pernah menunjukkan aktifitas letusan. Karena awalnya dikategorikan gunung api tipe B maka pemerintah kita tidak melakukan pengamatan terhadap gunung api tersebut. Letusan Gunung api Sinabung tahun 2010 membuka mata kita semua bahwa gunung api Tipe B juga bisa menimbulkan letusan yang luar biasa.
Sejak 2010 tersebut, gunung Sinabung tercatat pernah meletus pada tanggal 27 Agustus 2010 pada pukul 18:30 wib, kemudian diikuti tanggal 29 Agustus pukul 0:10 wib, 30 Agustus pukul 06:23 wib, 03 September pukul 04:38 wib dan 17:59 wib,  dan 07 September pukul 0:23 wib terjadi letusan terbesar. Setelah kejadian beberapa letusan tahun 2010 tersebut, Gunung api Sinabung yang merupakan gunung api jenis Strata tersebut oleh Pemerinta kita dijadikan Gunung Api Tipe A yang harus mendapatkan perhatian khusus berupa pembuatan pos pengamatan.

Pengamatan Gunung Api Sinabung

Pos pengamatan gunung api sinabung terletak di Jl. Tiras Bangun, Gg Kayu Bakar, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo (sekitar 8,5 Km dari puncak). Untuk mengamati gempa vulkanik, di atas gunung api Sinabung telah dipasang sensor seismometer sebanyak 4 unit dan hasil rekaman dikirim ke pos pengamatan. Selain sensos seismometer, di gunung api Sinabung juga telah terpasang GPS Geodetik untuk mengamati deformasi gunung api. GPS geodetik tersebut terpasang secara kontinyu dan datanya terus terkirim melalui gelombang radio ke Pos pengamatan.
Hasil pengamatan gunung api Sinabung terkini yang saya kutip dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi (tanggal 15 September 2013) dinyatakan bahwa:

kegempaan

Secara umum aktivitas kegempaan G. Sinabung dalam perioda tahun 2012-2013 cenderung mengalami beberapa kali fluktuasi. Sejak tanggal Juli-September 2013 aktivitas kegempaan G. Sinabung menunjukkan ada fluktuasi lagi.
  • Tanggal 1-31Agustus 2013. 489 kali kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA), 24 kali kejadian Gempa Hembusan, 47 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), 60 kali kejadian Gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • Tanggal 1-14 September 2013. 255 kali kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA), 16 kali kejadian Gempa Hembusan, 5 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), 24 kali kejadian Gempa Tektonik Jauh (TJ).
15 September 2103. Tremor pukul 03.10 WIB sampai saat ini, dengan amplituda maksimum 3-15 mm.
VISUAL
  • Tanggal 1-14 September 2013. Cuaca cerah-mendung, angin tenang-sedang dari arah barat, suhu 17-25oC, gunungapi jelas-tertutup kabut, asap putih tebal dengan tinggi asap 100-150 meter. Pukul 02.55 WIB teramati api diam di sekitar puncak.

CCTV Gunung Api Sinabung.

Selain Pos Pengamatan Gunung Api, pemerintah kita melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi juga memasang CCTV untuk mengamati gunung api secara visual. CCTV gunung api tersebut dapat dilihat langsung dan di bawah ini penampakan CCTV Gunung Api Sinabung.

Editor : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo

Ditemukan Batu Tertua di Bumi Berumur 4,28 Miliar Tahun

Para ilmuwan telah menemukan batuan yang hingga saat ini diyakini sebagai batu tertua di Bumi. Usianya yang mencapai 4,28 miliar tahun membuat batu itu lebih tua 250 juta tahun dibanding batu-batu tua yang ditemukan sebelumnya.



Menurut perhitungan ilmiah, Bumi terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu dari piringan debu dan gas yang mengelilingi Matahari. Namun sisa-sisa dari bongkahan batu Bumi yang asli amat sulit ditemukan karena sebagian besar materinya terdaur ulang oleh perut Bumi akibat gerakan lempeng tektonik yang terus-menerus mengubah permukaan Bumi.

Pada 2001, para ahli geologi menemukan lempengan batu yang dikenal sebagai sabuk hijau Nuvvuagittuq di pesisir timur Hudson Bay, Quebec utara. Menduga bahwa batu-batu di sana mungkin berasal dari periode awal terbentuknya Bumi, para pekerja geologi menelitinya untuk menentukan usianya.

Mereka mengukur variasi-variasi kecil isotop dari elemen langka Bumi, neodymium dan samarium dalam batuan itu dan memastikan bahwa batuan itu berusia 3,8 hingga 4,28 miliar tahun.



Umur tertua, berasal dari batu yang disebut "faux amphibolite", diyakini sebagai endapan vulkanis kuno. Batu ini mengalahkan batu yang dianggap tertua sebelumnya, dengan usia 4,03 miliar tahun dan berasal dari formasi yang disebut Acasta Gneiss, Wilayah barat laut Kanada.


Satu-satunya materi awal yang lebih tua dibanding batu Nuvvuagittuq adalah zircon dari butiran mineral terisolisasi yang tahan terhadap cuaca dan proses geologi. Zircon tertua dari butiran-butiran di Australia Barat usianya sekitar 4,36 miliar tahun.


Editor : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo
 

Geophy Palace Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates