2.3.14

Kehidupan Sudah Mulai Ada Sejak 15 Juta Tahun Setelah Big Bang

Ilustrasi planet Kepler-62f yang berada pada zonak layak huni. Klik gambar untuk memperbesar. Image credit: NASA/Ames/JPL-Caltech
Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa awal mula kehidupan sudah muncul hanya selang 15 juta tahun setelah Big Bang. Astrobiologis menemukan petunjuk bahwa selain pada zona Goldilock (zona layak huni), eksoplanet (planet di luar tata surya) juga bisa mendukung kehidupan pada masa lalu saat alam semesta masih dihangatkan oleh sisa radiasi Big Bang, hal itu diungkapkan oleh astrofisikawan Harvard, Abraham Loeb. Sebagai perbandingan, kehidupan di Bumi sudah ada sejak 3,8 miliar tahun yang lalu saat umur Bumi baru 700 juta tahun.

Sesaat setela ledakan Big Bang, alam semesta menjadi tempat yang panas yang dipenuhi dengan plasma dan gas super panas yang secara bertahap mendingin. Berdasarkan data yang didapat teleskop Planck, sisa radiasi plasma yang disebut CMB (Cosmic Microwave Background) terdeteksi 389.000 tahun setelah Big Bang. Suhu alam semesta terus mendingin seiring dengan bertambah luasnya alam semesta.

Bintang-bintang yang terbentuk sesaat setelah Big Bang umumnya hanya terdiri dari unsur-unsur ringan seperti hidrogen dan helium saja. Sedangkan apakah beberapa saat setelah Big Bang ada planet berbatu yang terbentuk hal itu masih belum diketahui. Tapi Abraham Loeb mengatakan bahwa materi padat yang ada di awal alam semesta terbentuk bisa membentuk planet. Begitu pula dengan bintang berumur pendek yang gagal menjadi supernova, itu bisa membentuk planet juga.

Src : Adi Saputro
Eo : ahmad Zaman Huri
Continue lendo

Penemuan Planet, Al Quran dan Keberadaan Alien



blogs.scientificamerican.com


Apakah manusia di Bumi hidup sendirian di alam semesta
yang sangat luas ciptaan Allah SWT ini?
Kalau jawabannya tidak, maka sesungguhnya
manusia punya saudara yang hidup di planet lain
yang dikenal dengan Alien, makhluk hidup angkasa luar.

 
♦♦♦

Kitab Suci Alquran yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril 15 abad lalu di Jazirah Arab secara menakjubkan telah menyebutkan adanya mahluk hidup di luar angkasa yang dinamakan dabbah, seperti disebutkan dalam Surat as-Syura' ayat 29 dan Surat an-Nahl ayat 49.

Dalam bahasa Arab, dabbah memiliki makna makhluk hidup yang memiliki jasad kasar, baik jantan maupun betina, baik berakal maupun tidak berakal. Sehingga, makhluk hidup seperti manusia, Alien, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan dapat digolongkan sebagai dabbah. Sedangkan makhluk halus seperti jin dan setan bukan termasuk dabbah.
 
"Dan, sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit-langit dan Bumi dan apa yang ditebarkannya pada keduanya dari makhluk melata (dabbah) dan Dia berkuasa mengumpulkannya apabila dikehendaki-Nya". (Alquran, surat as-Syura' [42]: 29).
 
"Dan, kepada Allah bersujud apa yang ada di langit-langit dan Bumi daripada makhluk melata (dabbah)  dan malaikat-malaikat, sedang mereka tidak takabbur (arogan)" (Alquran, surat an-Nahl [16]: 49).
 
Ayat Alquran pada surat as-Syura' ayat 29 dan surat an-Nahl ayat 49 di atas menantang para astronom untuk menemukan adanya mahluk hidup di luar Bumi yang hingga sekarang belum pernah diketahui keberadaannya.

Adanya UFO yang sering mampir ke Bumi, meski saat ini belum berhasil melakukan kontak langsung secara fisik dengan manusia, namun ada juga yang mengaku telah melakukan kontak fisik dengan alien, minimal mengindikasikan adanya mahluk hidup berperadaban modern di luar Bumi.
 
Tidak menutup kemungkinan ilmu dan kebudayaan mereka jauh lebih maju daripada umat manusia. Terbukti mereka sudah mampu mencapai Bumi, sementara teknologi luar angkasa umat manusia di Bumi belum mampu mencapai exoplanet di mana mereka tinggal yang jauhnya tahunan cahaya dari Bumi.
 
Namun yang jelas, sekarang tinggal menunggu waktu apakah ratusan tahun bahkan ribuan tahun mendatang pada abad milenium ketiga atau keempat, umat manusia di Bumi akan mampu melakukan perjalanan atau wisata ke luar angkasa sehingga melampaui sistem tata surya Matahari yang saat ini memiliki delapan planet termasuk Bumi.
 
Dengan demikian diharapkan nantinya umat manusia di Bumi dapat melakukan kontak langsung secara fisik dengan alien yang tinggal di exoplanet, sebagaimana disebutkan dalam ayat Alquran di atas. Sehingga, nantinya akan terjadi hubungan persahabatan yang disertai dengan ilmu teknologi dan kebudayaan antara umat manusia di Bumi dengan alien di exoplanet.

Penemuan Planet Kepler 22-b, Gliese 581 d, Gliese 581 e, CoRo-Exo-7b, dan exoplanet lainnya yang mirip dengan Bumi serta keberadaan Alien semakin membuktikan kemukjizatan dan kebenaran Kitab Suci Alquran.

►►►

Penemuan Planet
Ada kabar menarik tentang ditemukannya Bumi kedua (Bumi 2.0) yang diberi nama planet Kepler 22-b, sebuah planet yang kondisinya mirip dengan Bumi yang letaknya sejauh 600 tahun cahaya dari Bumi (satu tahun cahaya sama dengan 10 triliun km).
 
Kalau di Bumi satu tahun 360 hari, maka di Kepler 22-b 290 hari, tetapi ukuran massanya mencapai 2,4 kali massa Bumi. Namun, bintang (Matahari) yang dikelilingi Kepler 22-b lebih kecil dan lebih dingin dengan memancarkan cahaya 25 persen lebih redup dari Matahari.
 
Sedangkan jarak Kepler 22-b lebih dekat 15 persen daripada jarak Bumi ke Matahari yang mencapai 150 juta km. Kepler 22-b mengitari bintangnya pada Goldilock Zona, yakni wilayah yang dapat ditinggali makhluk hidup sebagaimana Bumi terhadap Matahari. Diperkirkan planet Kepler 22-b cocok untuk ditinggali manusia jika nantinya Bumi telah penuh sesak di mana sekarang telah mencapai tujuh miliar orang.
 
Pertanyaannya, apakah manusia di Bumi hidup sendirian di alam semesta yang sangat luas ciptaan Allah SWT ini? Kalau jawabannya tidak, maka sesungguhnya manusia punya saudara yang hidup di planet lain yang dikenal dengan Alien, makhluk hidup angkasa luar.

Planet Kepler 22-b ditemukan teleskop Kepler milik NASA dua tahun lalu, namun baru sekarang diumumkan setelah didapat kepastian kondisinya mirip Bumi yang dapat ditinggali mahluk hidup. Tidak menutup kemungkinan Alien juga hidup di Kepler 22-b atau exoplanet (planet di luar sistem tata surya Matahari) lainnya.
 
Sejak teleskop Kepler diluncurkan NASA pada Maret 2009 lalu, telah ditemukan 2.326 exoplanet. Dari jumlah sebanyak itu, hanya 48 planet yang masuk dalam Goldilock Zona dan hanya 10 planet yang bentuknya mirip dengan Bumi dan berputar mengelilingi Mataharinya, salah satunya Kepler 22-b.
 
Sebelumnya, astronom di Carnegie Institute Washington juga telah menemukan Planet Gliese 581 e dan Gliese 581 d yang disebut mempunyai tanda-tanda kehidupan yang mirip dengan Bumi. Planet itu berada pada jarak 20 tahun cahaya dari Bumi dan terletak di rasi bintang Libra. Sebuah penemuan yang luar biasa dan pertanda baik adanya sebuah planet yang memiliki sifat habitable (kemungkinan bisa didiami makhluk hidup).
 
Sementara itu, seorang astronom Prancis juga mengumumkan telah menemukan sebuah planet yang lebih kecil yang kemudian diberi nama CoRo-Exo-7b, yang diperkirakan memiliki massa 1,7 massa Bumi, mengintari sebuah orbit bintang dan disebut memiliki ciri-ciri seperti Gliese 581 e.

Penemuan planet Gliese 581 d dan Gliese 581 e pada sistem Tata Surya Gliese dan penemuan planet CoRo-Exo-7b oleh para astronom Prancis, memperkuat keyakinan adanya sistem kehidupan di luar Bumi.
 
Penemuan tersebut semakin menguatkan adanya sistem kehidupan di luar Bumi dengan kondisi yang mirip kehidupan di Bumi seperti keberadaan air dan oksigen serta mahluk hidup.

Beberapa planet tersebut hanya sedikit lebih besar daripada Bumi. Sementara, saat ini telah ditemukan lebih dari 2.326 exoplanet di alam semesta dan akan terus bertambah jumlahnya dari waktu ke waktu.
 
Dari jumlah sebanyak itu, seperlima planet berasal dari 30 sistem tata surya yang berbeda-beda pada Galaksi Milky Way (Bima Sakti) di mana sistem tata surya Matahari dengan delapan planetnya termasuk Bumi berada di dalamnya, sementara lainnya berada pada Galaksi Andromeda, tetangga Galaksi Milky Way yang berjarak 1,5 juta tahun cahaya dari Bumi. 
 
Src : JHU
Eo : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo

Renungan Kecil: Berpikir Sebelum Berkata-kata

Di sebuah kota kecil, seorang wanita menyebarkan gosip kepada tetangga dan setiap orang yang dijumpainya, bahwa perempuan muda di sebelah rumahnya suka mengganggu suami orang dan bila si lelaki sudah masuk jebakan, habislah semua uang dikurasnya.

 
Layaknya kabar burung, berita ini cepat menyebar ke penjuru kota. Guna menjaga ketertiban, pejabat sosial dibantu polisi menangkap sang perempuan muda. Setelah melalui pengadilan yang memakan waktu, akhirnya hakim memutuskan tuduhan tersebut tak terbukti. Perempuan muda ini dibebaskan.

Merasa nama baiknya tercemar, perempuan muda ini menuntut balik wanita tua karena menyebarkan berita bohong. Saat melakukan pembelaan, si wanita tua berdalih, "Itu kan hanya omongan. Nggak ada yang disakiti secara fisik, kan?"

Pak hakim pun menjawab, "Baiklah. Sekarang ambil kertas seratus lembar, lalu tulis apa yang dulu kamu katakan. Nanti setelah selesai, kamu pulang dan sebarkan di alun-alun kota. Besok temui saya lagi di sini."

Perempuan muda menjadi marah dengan vonis hakim yang terlalu ringan. Namun hakim menyuruhnya diam. Si wanita tua jadi tertawa karena merasa menang.

"Kalau begitu saja, dengan senang hati saya menerima hukuman," ucap wanita tua sambil bergegas meminta kertas dan menuliskannya. Dalam waktu satu jam, tugasnya selesai. Ia melangkah keluar ruang pengadilan menuju alun-alun, melemparkan tumpukan kertas ke udara.

Keesokan harinya, ia kembali menghadap hakim melaporkan tugasnya sudah selesai.

"Oh belum selesai," sahut pak hakim. "Sekarang kamu keluar dan punguti lagi semua tulisan kamu di kertas yang tersebar kemarin."

"Apa? Perintah yang nggak masuk akal. Mana mungkin saya mendapatkan seratus lembar kertas itu, pasti sudah terbawa angin dan tak tahu lagi di mana semuanya sekarang." Wanita tua itu meradang.

"Bukankah kemarin kamu bilang hanya omongan saat dulu kamu menyebar fitnah tentang perempuan muda ini? Begitulah, apa yang keluar dari mulut juga bisa tersebar ke berbagai tempat tanpa kamu sadari dampaknya. Mungkin, omongan buruk memang tak melukai secara fisik, tapi akibatnya bisa berbahaya."

"Karena itu kuasai mulut kamu, dan bukan mulut yang menguasai kamu. Berpikirlah sebelum bicara."

Src : AKD
Eo : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo

9 Pantai Berpasir Hitam nan Eksotis

Mengapa lagu-lagu pop Indonesia lebih sering memilih pasir putih dalam syairnya, apakah karena terdengar lebih romantis? Atau sebagai bukti negara kepulauan ini memang populer dengan pantai berpasir putih?

Pertanyaan saya mungkin terlalu mengada-ada. Itu kan hak penyair memilih frasa yang terdengar indah. Tapi mengapa tidak pasir pink di Flores, kan lebih mewakili warna cinta? Atau pasir hitam, jadi sangat eksotis.

Ya sudah, kita lihat daftar 9 pantai di dunia berpasir hitam yang sangat indah. Tiga di antaranya ada di Indonesia, loh. Buat musisi atau anak band, semoga setelah membaca daftar ini bakal terinspirasi membuat lagu tentangnya.



1. Punaluu, Hawaii
Punaluu adalah sebuah pantai terletak di Big Island, Hawaii. Pantai ini terkenal karena pasirnya yang berwarna hitam pekat, yang diciptakan oleh lava dari gunung berapi yang mengalir ke laut dan kemudian mengalami pendinginan. Menariknya, pengunjung tidak diperbolehkan membawa pulang pasir pantai ini, karena itu dianggap ilegal.

2. Waianapanapa, Maui
Waianapanapa Beach adalah sebuah pantai berpasir hitam yang dibentuk oleh ombak yang menabrak batu vulkanik selama puluhan tahun lamanya. Di pantai ini, kamu dapat menemukan beberapa situs indah yang patut untuk dikunjungi. kamu juga dapat melihat dan masuk ke gua-gua laut dan jembatan yang terbuat dari batuan alam. Pada musim dingin, ombak menjadi sangat tinggi, sehingga berenang, berselancar, menyelam dan semua kegiatan di pantai akan menjadi sangat berbahaya. Ketika ombak tenang, kamu dapat bermain kayak, berenang, dan menyelam.

3. Lost Coast, California
Lost Coast adalah sebuah pantai yang terletak di California dan membentang sekitar 80 mil. Meskipun kamu sebetulnya dapat berenang di pantai ini, kebanyakan orang tidak melakukannya. Mengapa? Karena menurut mereka, ini bukan pantai yang menarik untuk dikunjungi, kecuali jika kamu ingin mendaki di sepanjang pantai dan berhenti untuk mengambil gambar dan semacamnya.

4. Kaimu Beach, Hawaii
Kaimu, meskipun agak berbahaya, merupakan pantai berpasir hitam yang patut untuk dikunjungi. Selama tahun 1990-an, pantai ini sempat ditutupi karena terkena dampak dari lava. Baru-baru ini, mereka yang tinggal di dekat pantai mulai menanam pohon dan bunga untuk kembali menghidupkan panorama pantai. Pakis, pohon-pohon palem, dan tanaman lainnya juga terlihat muncul dari celah-celah pada lava. Namun, kamu tidak disarankan untuk berenang di pantai ini, karena arus yang terlalu kuat.

5. Kehena, Hawaii
Jika kamu berencana untuk pergi berlibur, ini bukan lah tempat yang asyik untuk rekreasi keluarga, terutama jika kamu sudah mempunyai anak. Di pantai ini, kamu dapat melihat lumba-lumba yang membuatnya terkadang dijuluki Dolphin Beach. kamu bahkan bisa berenang bersama lumba-lumba itu, jika cuacan saat itu tidak terlalu buruk. Kebanyakan orang yang pergi ke Kehena hanya ingin duduk di pasir, menikmati cuaca dan air.

6. Pantai Vik, Islandia
Pantai Vik berlokasi di sebuah desa kecil yang terletak di bagian selatan Islandia. Meskipun kamu mungkin berpikir Islandia bukan tempat tercantik di bumi untuk menikmati lanskap pantai, Pantai Vik pernah dinominasikan sebagai salah satu pantai yang paling indah di bumi pada tahun 1991. Vik juga merupakan desa terbasah di Islandia.



7. Pantai Purwahamba Indah, Tegal
Pantai Purwahamba Indah ini memiliki pasir hitam yang halus. Tak percaya?, bukalah alas kaki  dan rasakan sendiri sensasinya. Kontur pantai yang landai juga menambah kenyamanan saat kamu menghabiskan waktu di tepian pantainya.
Kamu bisa merebahkan diri di atas pasir sambil menikmati lautan luas di depan mata. Ombaknya pun cukup tenang, sehingga memberikan rasa nyaman. Pantai Purwahamba Indah ini memang menjadi pilihan yang yang tepat untuk beristirahat sekaligus berwisata di Tegal.
Bagaimana cara ke sana? untuk menuju ke pantai ini caranya cukup mudah karena letaknya cukup strategis dan berada di jalur Tegal-Pemalang atau jalur pantura (pantai utara). Bagi kamu yang melintasi jalur tersebut, pantai ini persis terletak di pinggir jalan.
Di Tegal ini ada dua pantai yang dapat dikunjungi, yaitu Pantai Alam Indah dan Pantai Purwahamba Indah. Bedanya, pasir hitam di Purwahamba Indah lebih halus dari pasir hitam di Pantai Alam Indah. Bagi kamu pecinta pantai, tempat ini wajib untuk didatangi.


8.Pantai Lembeng, Bali
Bali tak mau kalah dengan dua pantai di atas yang memiliki pantai pasir hitam. Adalah pantai Lembeng yang terletak Desa Lembeng,  Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali yang juga mempunyai pasir yang berwarna hitam.

Pasirnya yang hitam dengan gelombang yang cukup tinggi membuat pikiran kamu tenang dari berbagai problematika hidup yang membelit. Keadaannya yang masih asri dan alami membuat privasi kamu benar-benar akan terjaga. Pantai ini sangat penting  apabila dimasukkan dalam daftar lokasi yang mesti dikunjungi di Bali karena disini kamu bisa melakukan beberapa kegiatan seperti memancing, bersantai, surfing, berjemur, menikmati sunset.
Ingin ke sana? kamu harus mengabiskan waktu kurang lebih 50 menit perjalanan untuk sampai ke Pantai Lembeng dari Bandara Ngurah Rai dan kira-kira 30 menit dari Kota Denpasar bila menggunakan kendaraan bermotor.



9.Pantai Anoe Itam, Aceh
Di bawah naungan pohon-pohon dipinggiran bibir pantai, Pantai Anoe Itam siap menawarkan rasa kenyamanan yang tiada taranya. Pantai ini adalah satu-satunya pantai berpasir hitam di Aceh. Dengan bentuknya yang landai pantai seperti ini tidak cocok untuk penikmat selancar (surfer), melainkan cocok bagi yang ingin bersantai-santai saja bersama teman-teman atau keluarga. Tetapi jika kamu suka snorkling, layaknya dicoba melakukan aktivitas itu disini. Air lautnya cukup jernih dan karang-karangnya banyak didiami oleh beraneka ragam jenis ikan.
Bagaimana caranya ke sana? Pantai Anoe Itam (pasir hitam) ini tidak begitu jauh dari pusat kota Sabang. Dengan melewati jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan perbukitan dan bertanya kepada penduduk sekitar apabila takut tersesat mungkin pilihan yang bijak.
Sebelum sampai ke pantai,  disebelah sisi kanan kamu akan menjumpai salah satu peninggalan sejarah, yaitu (bungker) Jepang. ada baiknya kamu berkunjung ke benteng Jepang ini, karena dari atas benteng sana pemandangan sungguh luar biasa dan termasuk melihat gumpalan pasir hitam disebelah sisi laut. Selain itu, kamu juga bisa menemukan meriam peninggalan Jepang dan berbagai bilik-bilik benteng yang sengaja dibuat pada masa itu
 
Eo : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo

Matahari Mulai Meredup dan Dampaknya Dengan Kehidupan di Bumi

Kini para ilmuwan sedang memantau aktivitas matahari yang tercatat berada pada posisi "Terjun bebas" atau "Freefall". Disebutkan freefall karena hal ini merupakan masa dimana matahari sedang 'mendingin' dari kondisi biasanya.

Seperti yang dilansir oleh Washington Post, para fisikawan sendiri menganggap bahwa ini merupakan fenomena yang langka. Namun, meski begitu diperkirakan tidak akan mengganggu kehidupan di bumi seperti pada masa zaman es.

"Aktivitas matahari saat ini sedang menurun sangat cepat, kami menghitung bahwa ini merupakan penurunan paling cepat yang pernah terjadi selama 9.300 tahun," kata peneliti dari Reading University.

Para peneliti kemudian mencoba menghubungkan fenomena ini dengan adanya Grand Solar Minimum yang biasanya terjadi setiap 4 abad.

Grand Solar Minimum adalah periode aktivitas matahari dalam 11 tahun siklus matahari. Selama waktu ini, aktivitas titik hitam (sunspot) dan lidah api (flare) berkurang dan tidak terjadi selama berhari-hari pada suatu rentang waktu. Akibatnya, musim panas yang terjadi di belahan bumi utara pun akan berbeda dari biasanya.


Area gelap di matahari sudah terjadi sejak bulan Juli 2013 (SOHO/NASA)


Terakhir kali siklus ini terjadi pada abad 17 lalu. Saat itu, selama 70 tahun, matahari tak menunjukkan satupun titik matahari. Pada masa itu juga tercatat Eropa memiliki musim dingin paling parah dalam sejarah, bahkan bisa disamakan dengan zaman es kecil.

Untuk Grand Solar Minimum yang akan terjadi pada saat ini diperkirakan takkan separah yang terjadi pada abad 17 lalu. Hal ini dikarenakan adanya pemanasan global yang dampaknya lebih parah.


Area Gelap Raksasa Tampak di Matahari

Sedangkan Wahana antariksa Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) mendapati sebuah lubang raksasa di atmosfer matahari. Area gelap yang dikenal sebagai lubang korona ini mencakup hampir seperempat bagian matahari dan memuntahkan material dan gas ke ruang angkasa.


Lubang korona mulai terlihat di bagian kutub utara matahari antara 13-18 Juli 2013 lalu.


Dalam video yang dirilis Selasa, 30 Juli 2013 lalu, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyatakan lubang korona merupakan daerah yang lebih dingin ketimbang atmosfer matahari atau korona dan mengandung material surya yang kecil.

Di area yang kosong ini, alih-alih kembali ke permukaan matahari, medan magnet matahari justru terlempar keluar menjadi badai matahari.

"Meski belum jelas penyebabnya, lubang korona berkorelasi ke area tempat medan magnet melambung dan terlepas," kata Karen Fox, ilmuwan NASA di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard di Greenbelt, Amerika Serikat.

Fox menambahkan lubang korona mempengaruhi cuaca di ruang angkasa karena mengirimkan partikel matahari sekitar tiga kali lebih cepat daripada yang dilepaskan dari area lain pada atmosfer matahari.


Fase Matahari Membalikkan Medan Magnet

Perubahan frekuensi kemunculan lubang korona bisa dibilang sesuai dengan siklus aktivitas matahari. Tahun ini matahari mencapai puncak aktivitasnya dalam 11 tahun, dikenal sebagai fase matahari maksimum atau Grand Solar Maximum.

Periode Grand Solar Maximum atau Solar Max ialah periode normal aktivitas matahari terbesar dalam siklus 11 tahunan Matahari.


Citra Matahari EIT 284

Citra satelit atmosfer matahari pada panjang gelombang cahaya 284 Angstrom yang berfungsi untuk menampilkan material matahari. Suhu terpanas sekitar 2 juta derajat Kelvin.

Selama Solar Maksimum, sejumlah besar bintik matahari muncul dan output radiasi matahari tumbuh sekitar 0,07%. Peningkatan output energi surya maxima dapat berdampak iklim global bumi dan studi terbaru menunjukkan beberapa korelasi dengan pola cuaca regional.

Di sekitar waktu puncak aktivitas inilah matahari membalikkan medan magnetnya. "Jumlah lubang korona biasanya menurun seiring perubahan medan magnet ini," ujar Fox. Setelah pembalikan medan magnet, lubang korona akan kembali muncul di dekat kutub.

Kemudian saat matahari mendekati aktivitas minimum lagi, lubang korona merayap lebih dekat ke khatulistiwa. Jumlah dan ukurannya lantas bertambah.

Wahana antariksa SOHO telah mengamati aktivitas matahari sejak diluncurkan tahun 1995. Wahana seharga US$ 1,27 miliar ini mengemban misi bersama antara NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA).

SOHO mengamati matahari dari orbit Lagrange Point 1, daerah dengan gravitasi stabil antara bumi dan matahari, sekitar 1,5 juta kilometer dari bumi.

Latest GOES Solar X-ray Image


Sumber :
indocropcircles


 Eo : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo

Kisah Erupsi Kelud Sepanjang Jaman

Gunung Kelud adalah gunung api tipe A di Jawa Timur yang sangat aktif dengan letusannya didominasi oleh letusan eksplosif cukup kuat sejak masa pra sejarah hingga peradaban modern.

Sejak tahun 1300 Masehi, gunung ini tercatat aktif meletus dengan rentang jarak waktu yang relatif pendek (9-25 tahun), menjadikannya sebagai gunung api yang berbahaya bagi manusia. Pada abad ke-20, Gunung Kelud tercatat meletus pada tahun 1901, 1919, 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung kembali meningkat aktivitasnya.

Sejak abad ke-15, Gunung Kelud telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa.
Mengapa Kelud bisa berbahaya, karena gunung ini unik yakni adanya danau kawah. Konon dalamnya lebih dari 600 meteran dan mampu menyimpan air sampai 40 juta m3. Bayangkan kalau air sebanyak ini dipakai untuk menggelontor pasir-pasir lepas di sekitarnya.

Atas dasar itu, sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk.

Letusan di 1919, termasuk yang paling mematikan karena menelan korban 5.160 jiwa, merusak sampai 15.000 ha lahan produktif karena aliran lahar mencapai 38 km, meskipun di Kali Badak telah dibangun bendung penahan lahar pada tahun 1905.

Karena letusan inilah kemudian dibangun sistem saluran terowongan pembuangan air danau kawah, dan selesai pada tahun 1926. Secara keseluruhan dibangun tujuh terowongan. Pada masa setelah kemerdekaan dibangun terowongan baru setelah letusan tahun 1966, 45 meter di bawah terowongan lama. Terowongan yang selesai tahun 1967 itu diberi nama Terowongan Ampera. Saluran ini berfungsi mempertahankan volume danau kawah agar tetap 2,5 juta meter kubik.

Letusan 1990 berlangsung selama 45 hari, yaitu 10 Februari 1990 hingga 13 Maret 1990. Pada letusan ini, Gunung Kelud memuntahkan 57,3 juta meter kubik material vulkanik. Lahar dingin menjalar sampai 24 kilometer dari danau kawah melalui 11 sungai yang berhulu di gunung itu.

Letusan ini sempat menutup terowongan Ampera dengan material vulkanik. Proses normalisasi baru selesai 1994. Berarti empat tahun area sekitar baru kembali normal.


Road to 2014
Sebelum mencapai puncaknya dengan erupsi 13 Januari 2014 kemarin, aktivitas gunung ini meningkat pada akhir September 2007 dan masih terus berlanjut hingga November tahun yang sama, ditandai dengan meningkatnya suhu air danau kawah, peningkatan kegempaan tremor, serta perubahan warna danau kawah dari kehijauan menjadi putih keruh.

Status awas dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sejak 16 Oktober 2007 yang berimplikasi penduduk dalam radius 10 km dari gunung (lebih kurang 135.000 jiwa) yang tinggal di lereng gunung tersebut harus mengungsi. Namun letusan tidak terjadi.

Setelah sempat agak mereda, aktivitas Gunung Kelud kembali meningkat sejak 30 Oktober 2007 dengan peningkatan pesat suhu air danau kawah dan kegempaan vulkanik dangkal. Pada tanggal 3 November 2007 sekitar pukul 16.00 suhu air danau melebihi 74 derajat Celsius, jauh di atas normal gejala letusan sebesar 40 derajat Celsius, sehingga menyebabkan alat pengukur suhu rusak. Getaran gempa tremor dengan amplitudo besar (lebih dari 35mm) menyebabkan petugas pengawas harus mengungsi, namun kembali tidak terjadi letusan.

Terakhir, Kamis (13/2) di 2014, gunung yang berada di Kediri itu kembali meletus sekitar pukul 23.00 WIB. Ribuan warga mengungsi ke penampungan. Hujan batu pun mulai melanda hingga Jawa Tengah.





Src : AKD
EO : Ahmad Zaman Huri
Continue lendo
 

Geophy Palace Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates