
2 hari yang lalu,
Gunung Api Sinabung
kembali erupsi/meletus dan mengeluarkan awan panas serta aliran
piroklastik yang memakan korban jiwa. Awan panas yang termasuk aliran
piroklastik ini merupakan salah produk atau hasil letusan gunung api.
Aliran piroklastik biasanya tidak datang sendiri, selama aliran
piroklastik terjadi maka di atasnya akan muncul awan panas dan debu
vulkanik. Dalam beberapa kasus aliran piroklastik tidak sampai ke
permukiman karena energi potensial mungkin habis karena lereng yang
mulai landai, namun walaupun aliran piroklastiknya berhenti awan panas
yang datang bareng aliran tersebut akan terus bergerak dan memanaskan
segala yang ada di depannya.

Bahaya yang ditimbulkan dari letusan gunung api (lahar, lava, hujan debu, aliran piroklastik, awan panas, awan debu)
Untuk meningkatkan pemahaman dan
kewaspadaan kita bersama, pada kesempatan kali ini saya akan coba
membahas sedikit tentang apa itu aliran piroklastik, awan panas dan
bahaya bagi kehidupan manusia.
Aliran Piroklastik
Aliran piroklastik merupakan salah satu hasil letusan
gunung api
berapi yang terdiri dari gas vulkanik, abu vulkanik dan batuan vulkanik
yang yang menuruni lereng sebuah gunung api dengan cepat. Konon katanya
aliran piroklastik ini dapat menuruni lereng dengan kecepatan melebih
100 km/jam dan suhu yang bisa mencapai 200°C s/d 700°C (USGS).
kecepatan aliran piroklastik itu sendiri tentu saja sangat bergantung
pada kemiringan lereng dan densitas batuan, abu yang mengalir.
Kata piroklastik atau dalam bahasa Inggris Pyroclastic sebenarnya berasal dari bahasa Yunani. Asal katanya dari pyro atau fire yang berarti api dan classtic
yang berarti hancuran atau lepas. Sehingga apabila kita artikan secara
langsung maka piroklastik berarti aliran yang sudah hancur namun panas
seperti api.
Aliran piroklastik biasanya diakibat
oleh beberapa faktor seperti runtuhnya kubah lava dan letusan kolom
sebuah gunung api yang kemudian hasil hasil letusan yang naik ke atas
tersebut turun lagi ke bawah dan turun lagi melalui lereng-lereng gunung
api.

Aliran piroklastik dan awan panas (Courtesy of B. Meyers, USGS)
Aliran piroklastik ini dibagi dalam
beberapa bagian sebagaimana ditunjukkan oleh gambar sebelah kanan. Yang
paling bawah dinamakan aliran piroklastik yang terdiri dari
bongkahan-bongkahan, kerikil, kerakal, pasir dan di atasnya terdapat
awan panas (ash-cloud surge) yang terdiri dari debu dan gas.
Awan Panas
Awan panas merupakan bagian dari aliran
piroklastik. Awan panas ini bisa sangat berbahaya dibandingkan dengan
aliran piroklastik lainnya. Awan panas ini bisa mencapai kawasan yang
lebih jauh karena materialnya berupa debu dan gas vulkanik yang sangat
mudah terbawa angin karena densitasnya yang rendah. Awan panas ini bisa
sangat berbahaya karena dianya bisa membakar segala yang ada dihadapanya
karena suhunya yang sangat panas. Dari sekian banyak bahaya yang
ditimbulkan gunung api seperti jatuhan debu dan batu, aliran lava, lahar
dan hujan asam. Awan panas menduduki peringkat pertama tingkat
kebahayaannya.
Hampir tidak ada solusi untuk selamat
apabila harus berhadapan dengan aliran awan panas kecuali ada Bungker
yang dibuat khusus (bangunan penyelamatan) dan bisa menahan panas yang
dibawa oleh awan tersebut.
Semoga artikel
Mengenal Aliran Piroklastik dan Awan Panas ini bermanfaat bagi pembaca setia Blog
Melek Bencana. Memberikan pemahaman tentang bahaya gunung api khususnya aliran piroklastik dan awan panas.
Src : IBN
Eo : Ahmad Zaman Huri